Dinkes Kotabaru Jadi Pembicara di Forum Komunikasi Tenaga Kesehatan 2024
Kamis, 14 November 2024 - 11:07 WIB
"Upaya retensi sumber daya manusia terutama tenaga medis diharapkan meminimalkan permasalahan ini. Pola pemenuhan dan retensi tenaga medis di setiap puskesmas, khususnya daerah tertinggal perbatasan dan kepulauan terluar (DTPK) sangat penting untuk mempertahankan fungsi fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut," ujarnya.
Dia menambahkan, pada puskesmas di Kabupaten Kotabaru, masalah ketenagaan yang dihadapi mulai dari permasalahan distribusi, langkanya tenaga medis, kurangnya tenaga sesuai kompetensinya (kerja rangkap) sampai dengan permasalahan akses ke puskesmas karena kondisi geografis Kabupaten Kotabaru yang letak puskesmasnya 50 persen berada di pulau-pulau kecil dengan akses transportasi laut.
Selain itu, ada tiga tantangan dalam pengelolaan dan pemenuhan SDM Kesehatan di Kotabaru, di antaranya kekurangan jumlah tenaga kesehatan, distribusi SDMK tidak merata, dan kurangnya pelatihan berbasis kompetensi.
"5 tahun terakhir sangat sulit memenuhi tenaga medis dan tenaga 9 jenis kategori, sehingga pelayanan kesehatan kurang optimal dilaksanakan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Erwin Simanjuntak.
Dia menambahkan, upaya pemenuhan sering dilaksanakan namun minim peminat.
“Upaya-upaya pemenuhan juga sering dilaksanakan, seperti rekrutmen tenaga kesehatan, mulai tenaga kontrak penugasan khusus daerah sampai dengan seleksi PPPK di tahun 2022, tetap saja minim peminat. Hal ini dikarenakan wilayah puskesmas yang sebagian besar berada di pulau dan wilayah pedalaman", ucapnya.
Dia menambahkan, pada puskesmas di Kabupaten Kotabaru, masalah ketenagaan yang dihadapi mulai dari permasalahan distribusi, langkanya tenaga medis, kurangnya tenaga sesuai kompetensinya (kerja rangkap) sampai dengan permasalahan akses ke puskesmas karena kondisi geografis Kabupaten Kotabaru yang letak puskesmasnya 50 persen berada di pulau-pulau kecil dengan akses transportasi laut.
Selain itu, ada tiga tantangan dalam pengelolaan dan pemenuhan SDM Kesehatan di Kotabaru, di antaranya kekurangan jumlah tenaga kesehatan, distribusi SDMK tidak merata, dan kurangnya pelatihan berbasis kompetensi.
"5 tahun terakhir sangat sulit memenuhi tenaga medis dan tenaga 9 jenis kategori, sehingga pelayanan kesehatan kurang optimal dilaksanakan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Erwin Simanjuntak.
Dia menambahkan, upaya pemenuhan sering dilaksanakan namun minim peminat.
“Upaya-upaya pemenuhan juga sering dilaksanakan, seperti rekrutmen tenaga kesehatan, mulai tenaga kontrak penugasan khusus daerah sampai dengan seleksi PPPK di tahun 2022, tetap saja minim peminat. Hal ini dikarenakan wilayah puskesmas yang sebagian besar berada di pulau dan wilayah pedalaman", ucapnya.
Lihat Juga :