Dinkes Kotabaru Jadi Pembicara di Forum Komunikasi Tenaga Kesehatan 2024
Kamis, 14 November 2024 - 11:07 WIB
(Foto: dok Pemkab Kotabaru)
JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Erwin Simanjuntak ditunjuk sebagai salah satu pembicara pada kegiatan Forum Komunikasi Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan Tahun 2024 yang berlangsung di Hotel Shangri-La Jakarta, Senin (20/5/2024).
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan ini mengambil tema "SDM Kesehatan Unggul Menuju Indonesia Emas".
Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Erwin Simanjuntak sebagai narasumber menjelaskan, Pemenuhan SDMK di fasyankes Pemerintah Daerah Kotabaru melalui pengadaan CASN, dan ini sesuai dengan penghargaan yang diterima Bupati Kotabaru Sayed Jafar sebagai daerah dengan usulan formasi kebutuhan prioritas terbaik dalam pengadaan ASN.
Selain itu, Kabupaten Kotabaru memiliki wilayah unik yang terdiri dari daratan pegunungan serta kepulauan dan masih terdapat daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan terluar dengan penduduk berasal dari berbagai suku sehingga perlu perhatian khusus.
Berdasarkan data Kotabaru, masih terdapat 4,30 persen penduduk miskin yang tentunya untuk mengakses fasilitas pelayanan kesehatan ke pusat kabupaten atau ke rumah sakit membutuhkan biaya transportasi dan biaya hidup selama mendampingi keluarga yang sakit.
Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan ini mengambil tema "SDM Kesehatan Unggul Menuju Indonesia Emas".
Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru Erwin Simanjuntak sebagai narasumber menjelaskan, Pemenuhan SDMK di fasyankes Pemerintah Daerah Kotabaru melalui pengadaan CASN, dan ini sesuai dengan penghargaan yang diterima Bupati Kotabaru Sayed Jafar sebagai daerah dengan usulan formasi kebutuhan prioritas terbaik dalam pengadaan ASN.
Selain itu, Kabupaten Kotabaru memiliki wilayah unik yang terdiri dari daratan pegunungan serta kepulauan dan masih terdapat daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan terluar dengan penduduk berasal dari berbagai suku sehingga perlu perhatian khusus.
Berdasarkan data Kotabaru, masih terdapat 4,30 persen penduduk miskin yang tentunya untuk mengakses fasilitas pelayanan kesehatan ke pusat kabupaten atau ke rumah sakit membutuhkan biaya transportasi dan biaya hidup selama mendampingi keluarga yang sakit.
Lihat Juga :