Relief Candi Jago Jadi Inspirasi Perajin Batik Kota Malang
Senin, 14 Oktober 2024 - 08:06 WIB
Meliputi tutorial memakai kain jarik oleh 8 model, batik show special performance 30 Model, kelas mencanting, hunting foto, dan sarasehan bertajuk Eksplorasi Batik Malang Bermotif Binatang pada Relief Tantri Kamandaka. Adapun gelaran event itu bekerja sama dengan SMAN 1 Tumpang, serta melibatkan komunitas perajin batik Kabupaten Malang.
Ketua Asosiasi Perajin Batik Kota Malang, Ki Demang mengatakan, para peserta diberi kebebasan menuangkan ragam motif sesuai ide dan kreativitasnya. Menurutnya, perajin batik Malang memang kaya motif, mulai dari topeng, tugu, teratai serta motif-motif yang dikembangkan dari daerahnya seperti Sukun, Blimbing.
"Itu semua berkembang sesuai dengan minat dan pesanan. Jadi semua sah-sah saja yang penting produktif. Ada motif paling tua yaitu motif kawung yang kitadapati pada arca Pratjaparamita," ujarnya.
Pada sesi kegiatan kelas berkain dan hunting foto di candi Jago, selain memperkenalkan eksistensi perajin batik, peserta diberikan strategi promosi batik sekaligus edukasi mengenai kekayaan sejarah.
Ki Demang yang juga ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) kota Malang menegaskan, Malang memang menjadi salah satu tonggak peradaban di Jawa sejak adanya Medang, Kanjuruhan, Singhasari hingga Majapahit. "Beragam relief arca di candi Jago bisa menjadi alternatif motif yang dapat dikembangkan oleh perajin batik Malang," tuturnya.
Ketua Asosiasi Perajin Batik Kota Malang, Ki Demang mengatakan, para peserta diberi kebebasan menuangkan ragam motif sesuai ide dan kreativitasnya. Menurutnya, perajin batik Malang memang kaya motif, mulai dari topeng, tugu, teratai serta motif-motif yang dikembangkan dari daerahnya seperti Sukun, Blimbing.
"Itu semua berkembang sesuai dengan minat dan pesanan. Jadi semua sah-sah saja yang penting produktif. Ada motif paling tua yaitu motif kawung yang kitadapati pada arca Pratjaparamita," ujarnya.
Pada sesi kegiatan kelas berkain dan hunting foto di candi Jago, selain memperkenalkan eksistensi perajin batik, peserta diberikan strategi promosi batik sekaligus edukasi mengenai kekayaan sejarah.
Ki Demang yang juga ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) kota Malang menegaskan, Malang memang menjadi salah satu tonggak peradaban di Jawa sejak adanya Medang, Kanjuruhan, Singhasari hingga Majapahit. "Beragam relief arca di candi Jago bisa menjadi alternatif motif yang dapat dikembangkan oleh perajin batik Malang," tuturnya.
Lihat Juga :