Kisah Jenderal Wismoyo Arismunandar, Prajurit Kopassus yang Selalu Puasa dan Salat Malam meski di Medan Tempur

Senin, 14 Oktober 2024 - 07:41 WIB
Menyandang pangkat Kapten, Wismoyo kembali mendapat tugas dalam Operasi Wibawa di Papua pada 1969. Operasi ini bertujuan untuk memulihkan keamanan di wilayah tersebut setelah Penentuan Pendapat Rakyat (Perpera). Selesai penugasan di Papua, Wismoyo kembali ditugaskan menumpas pemberontakan PGRS/Paraku di pedalaman Kalimantan berbatasan dengan Malaysia.

Kariernya terus menanjak, termasuk penugasan di Papua pada tahun 1969 dalam Operasi Wibawa, untuk memulihkan keamanan pasca Penentuan Pendapat Rakyat. Di Kalimantan, ia sukses menemukan sistem informasi rahasia milik pemberontak yang dikenal sebagai Death Letter Box, yang menjadi kunci bagi TNI untuk menggempur kelompok bersenjata.

Pria kelahiran Bondowoso, Jawa Timur, pada 10 Februari 1940 ini terus melanjutkan kariernya hingga menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-17. Selain keberaniannya di medan perang, Wismoyo dikenal sebagai sosok yang sederhana dan religius. Ia selalu menjalankan puasa sunah dan salat malam, bahkan saat bertugas di medan operasi, serta mengingatkan prajuritnya untuk selalu dekat dengan Sang Pencipta.

"Kapten Inf Wismoyo selalu menerapkan disiplin kepada anak buahnya. Di samping itu, dalam operasi selalu melaksanakan puasa sunah dan salat malam mohon petunjuk agar operasi berjalan dengan lancar dan aman,” tulis buku berjudul “Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar: Sosok Prajurit Sejati” yang diterbitkan Dinas Sejarah Angkatan Darat (Disjarahad) dikutip, Senin (14/10/2024).

Bekali Prabowo Sajadah Sebelum Berangkat ke Medan Operasi

Keteladanan Wismoyo Arismunandar juga diungkapkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Lulusan AKABRI 1974 ini menceritakan Wismoyo merupakan sosok yang banyak memengaruhi dirinya.

"Ajaran-ajaran beliau memengaruhi pribadi saya. Ajaran utama beliau ke anak buahnya selain patriotisme yang menjadi ciri khas angkatan ’45 adalah harus selalu berpikir, berbuat dan bertutur kata yang baik. Jangan izinkan berpikir buruk terhadap orang lain. Itu ajaran beliau yang selalu melekat dalam hati saya,” tulis Prabowo dalam buku biografinya berjudul “Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto," terangnya.

Pertemuan pertama dengan Wismoyo, kata Prabowo, terjadi saat dirinya masuk Kopasandha. Saat itu, dirinya masih berpangkat Letnan Dua (Letda) sedangkan, Wismoyo menjabat sebagai Wakil Asisten Pengamanan (Waaspem) Danjen Kopasandha berpangkat Letkol.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!