Cengkeh Hutan Jadi Komoditas Andalan Masyarakat Amalatu Maluku

Rabu, 09 Oktober 2024 - 07:57 WIB
Desa-desa seperti Hualoy, Latu, dan Tomalehu menjadi pusat produksi utama komoditas ini. “Meskipun budidaya cengke utang masih bersifat tradisional namun potensi sangat besar jika jika didukung oleh pendekatan pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan,” katanya.

Erna mengungkapkan salah satu keunggulan utama cengke utang adalah usia panennya yang relatif lebih singkat dibandingkan jenis cengkih lain, yaitu sekitar 4-5 tahun sejak masa tanam.

Baca juga: Kisah Asal-usul Demak, Lahan Rawa yang Diubah Raden Patah Jadi Kerajaan

Selain itu, cengke utang memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi dan bisa tumbuh subur di lahan-lahan pekarangan rumah serta dataran rendah.

“Dari segi produktivitas, varietas ini menghasilkan buah lebih banyak dibandingkan dengan cengkih tuni, yang umumnya tumbuh di wilayah pegunungan,” katanya.

Lebih jauh Erna mengatakan pengembangan cengke utang di Seram Bagian Barat menghadapi dua tantangan besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!