Dalam 1 Pekan, 3 Perawat di Jawa Timur Gugur Akibat COVID-19

Jum'at, 28 Agustus 2020 - 14:00 WIB
Berdasrakan catatan DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia(PPNI) Jatim, jumlah perawat di Jawa Timur yang terpapar COVID-19 merupakan yang terbesar di Indonesia.

Meskipun sudah menerapkan protokol kesehatan ketat, namun sebagai garda terdepan dan lamanya waktu dalam memberikan pelayanan kesehatan, menjadikan perawat paling rentan terpapar covid-19.

"Ironisnya lagi, meninggalnya almarhum perawat Abdul Hamid hanya berselang dua hari dari meninggalnya Hariyanto, perawat RSUD Dokter Sasodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, dan empat hari setelah Ade Agus Satria, perawat RSUD Dokter Soetomo Surabaya gugur," Ketua DPW PPNI Jatim Profesor Nursalam.

Dalam satu minggu terakhir ini, ujar Nursalam, tiga perawat di Jatim meninggal berturut-turut. Dengan meninggalnya perawat Äbdul Hamid ini, jumlah perawat di Jawa Timur yang meninggal akibat COVID-19 menjadi 24 orang. Sedangkan yang dinyatakan positif covid-19 sebanyak 789 perawat," ujar Nursalam.

Sementara itu, rencana pemberian vaksin COVID-19 kepada perawat yang direncanakan awal 2021, dimajukan dan akan diberikan pemerintah pada akhir 2020. "Perawat menjadi prioritas dan pihak pertama penerima vaksin anti COVID-19 dari pemerintah karena miliki jumlah tertinggi tenaga kesehatan yang meninggal," tutur dia.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!