Kisah Musso Tokoh Pemberontakan PKI di Madiun Tertembak saat Menyamar Jadi Kusir Andong

Sabtu, 05 Oktober 2024 - 09:52 WIB
Dikutip dari buku "Negara Madiun? Kesaksian Soemarsono Pelaku Perjuangan", Sabtu (5/10/2024), Soemarsono yang kala itu menjadi Gubernur Militer diangkat oleh pasukan front nasional berencana bertemu dengan Musso di Pacitan. Tapi karena situasi yang kurang mendukung, Soemarsono yang menjadi gubernur militer menginisiasi mengirimkan kurir ke Madiun untuk menjemput Musso.

Tapi Musso lantas tak bersedia dan mengirimkan surat melalui Amir Sjarifuddin, yang juga mantan menteri pertahanan (Menhan). Amir Sjarifuddin sempat meminta Musso untuk berpindah dari Madiun menuju Pacitan.

Belakangan Musso memang menyusul. Ia menuju ke Pacitan untuk mengamankan jalannya itu, Musso menyamar sebagai kusir andong. Ia membawa kuda dan andong agar tidak ditahan oleh petugas keamanan.

Di tengah jalan, di daerah Ponorogo konon Musso tertahan oleh penjaga keamanan di jalan. Lalu menurut cerita, Musso tak mau ditahan oleh penjaga jalan itu. Musso lantas berusaha melarikan diri dengan kudanya. Tapi Musso lantas ditembak, namun Musso memberikan perlawanan dan terjadi aksi tembak-menembak.

Musso pun tertembak oleh pasukan penjaga di daerah tersebut. Soemarsono sempat membawa pasukan tiga batalyon, tapi yang riil nyata kira-kira hanya dua batalyon, dengan senjata lengkap. Namun karena pemerintah pusat sudah menganggap gerakan itu sebagai pemberontakan, pemerintah mengerahkan kekuatan penuh untuk memberantasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!