Mengintip Bawomataluo, Desa Tradisional Nias Asal Lompat Batu yang Mendunia

Rabu, 02 Oktober 2024 - 12:58 WIB
"Dulu sering ada peperangan, setiap desa dipagari dengan bambu runcing. Untuk bisa melewati pagar musuh, maka dibuatlah lompat batu sebagai latihan," ujar Martinus.

3. Ukiran seni dengan pahat



Sebagian mata pencaharian warga Desa Bawomataluo mengandalkan keahlian seni ukir. Ukiran kayu yang dibuat berbagai bentuk, mulai dari patung prajurit perang lengkap dengan tombak dan perisai, asbak dengan bentuk kura-kura, lompat batu sebagai gantungan kunci, dan lain-lain.

Salah seorang pengrajin ukir setempat, Taguikhou Wau mengatakan untuk membuat kerajinan tangan tersebut sangat memerlukan keahlian. Wajar saja jika nilai jualnya tidak murah.

"Tidak menentu, kadang-kadang dalam 1 minggu dapat empat juta. Dan kadang juga tidak dapat sama sekali, tergantung rezeki jika pengunjung mau membeli," katanya.

Baca juga: 5 Kombes Pol Dimutasi Kapolri Jadi Dirpolairud, Ini Nama-namanya

Desa Bawomataluo ini setiap harinya dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun luar daerah hingga turis. Beberapa dari mereka yang menginjakan kaki di desa ini merupakan sebuah impian terbesar.

"Ini sebuah impian terbesar saya untuk bisa datang ke Nias Selatan melihat langsung lompat batu. Saya sangat senang datang ke sini," kata Evan Gogani, salah satu pengunjung asal Sulawesi Tengah, Palu.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!