Mengenal Tantra Kiri, Ritual Raja Singasari yang Tewas Diserang Jayakatwang
Sabtu, 28 September 2024 - 10:02 WIB
Kertanagara Raja Singasari terakhir konon tewas dalam penyerangan yang dilakukan oleh Jayakatwang saat melakukan ritual tantra. Foto/Istimewa
Kertanagara Raja Singasari terakhir konon tewas dalam penyerangan yang dilakukan oleh Jayakatwang. Saat itu Kertanagara tewas saat melakukan ritual tantra dengan meminum minuman keras (miras), hingga konon berpesta dengan perempuan di akhir hayatnya.
Ritual tantra yang dianut oleh Kertanagara konon diidentikkan dengan ritual tantra kiri. Sebab ada dua tantra yang dikenal yakni tantra kanan dan kiri.
Baca juga: Daftar Lengkap 39 Pamen Polri Berpangkat AKBP yang Dimutasi Kapolri ke Daerah
Apa yang dilakukan oleh Kertanagara di istana Singasari dan disaksikan para pendeta Siwa-Buddha. Kiranya itu terkait upacara memuja Bhairawa yang dilakukan para penganut Tantrayāna.
Ada dua jalur besar dalam mistisme tantra, yakni Tantra Kiri (pangiwan) dan Tantra Kanan (panengen). Dua jalur ini sama-sama mampu mengantarkan manusia menuju jalan pembebasan atau kemanunggalan, yaitu mencapai tingkatan tertinggi yang disebut nirguņa-tantra, suatu keadaan di mana tidak ada lagi identitas individual dan semuanya lebur dalam Kesadaran Semesta yang sunya atau suwung.
Dikutip dari buku "Pararaton: Biografi Para Raja Singhasari dan Majapahit", Sabtu (28/9/2024), jalur pertama Tantra Kiri, sering dianggap sesat oleh sebagian orang karena praktik-praktik ritualnya yang lebih erotis dan berusaha menaklukkan hal-hal sensual dengan cara radikal.
Ritual tantra yang dianut oleh Kertanagara konon diidentikkan dengan ritual tantra kiri. Sebab ada dua tantra yang dikenal yakni tantra kanan dan kiri.
Baca juga: Daftar Lengkap 39 Pamen Polri Berpangkat AKBP yang Dimutasi Kapolri ke Daerah
Apa yang dilakukan oleh Kertanagara di istana Singasari dan disaksikan para pendeta Siwa-Buddha. Kiranya itu terkait upacara memuja Bhairawa yang dilakukan para penganut Tantrayāna.
Ada dua jalur besar dalam mistisme tantra, yakni Tantra Kiri (pangiwan) dan Tantra Kanan (panengen). Dua jalur ini sama-sama mampu mengantarkan manusia menuju jalan pembebasan atau kemanunggalan, yaitu mencapai tingkatan tertinggi yang disebut nirguņa-tantra, suatu keadaan di mana tidak ada lagi identitas individual dan semuanya lebur dalam Kesadaran Semesta yang sunya atau suwung.
Dikutip dari buku "Pararaton: Biografi Para Raja Singhasari dan Majapahit", Sabtu (28/9/2024), jalur pertama Tantra Kiri, sering dianggap sesat oleh sebagian orang karena praktik-praktik ritualnya yang lebih erotis dan berusaha menaklukkan hal-hal sensual dengan cara radikal.
Lihat Juga :