Kisah Cinta Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka, Mitos Larangan Pernikahan Jawa dan Sunda

Minggu, 22 September 2024 - 07:00 WIB
Rencana pernikahan dengan putri Kerajaan Galuh tersebut untuk mempererat hubungan antara Majapahit dan Sunda. Awalnya, Kerajaan Galuh setuju dengan pernikahan ini, asalkan Majapahit tidak mengganggu kedaulatan Galuh.

Namun, ketika persiapan pernikahan berlangsung, Mahapatih Gajah Mada yang memiliki ambisi besar untuk memperluas kekuasaan Majapahit menuntut agar Dyah Pitaloka diserahkan sebagai upeti, menandakan bahwa Galuh harus tunduk pada Majapahit.

Tuntutan ini membuat Raja Galuh marah dan merasa dihina. Pertempuran tak terelakkan. Perang Bubat pun meletus, di mana seluruh rombongan Kerajaan Galuh, termasuk Dyah Pitaloka, gugur.

Tragedi ini berujung pada kehancuran hubungan kedua kerajaan dan memberikan luka mendalam bagi Hayam Wuruk yang tidak pernah berhasil menikahi Dyah Pitaloka. Dalam beberapa tahun, wilayah Galuh akhirnya berada di bawah kendali Majapahit.

Baca juga: Kisah Tokoh PKI Nyono Buka Tabir Misteri Gerakan 30 September 1965

Sosok Dyah Pitaloka sendiri dikabarkan memiliki hubungan darah dengan Hayam Wuruk. Raden Wijaya, leluhur Hayam Wuruk, adalah keturunan dari Kerajaan Sunda, yang membuat Gajah Mada memperingatkan bahwa pernikahan antara mereka tidak mungkin dilakukan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!