Hadapi Pandemi COVID-19, Perlindungan Perempuan dan Anak Harus Diperhatikan
Kamis, 27 Agustus 2020 - 07:55 WIB
Dalam menghadapi pandemi COVID-19, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta perlindungan perempuan dan anak lebih diperhatikan.Foto/ist
SURABAYA - Pandemi COVID-19 menyebabkan Indonesia dan Jawa Timur mengalami persoalan ekonomi dan kesehatan yang berat. Bahkan juga berdampak pada persoalan sosial yang dialami perempuan dan anak termasuk Jatim.
Mulai dari banyaknya Pekerja Migran Indonesia Perempuan yang di PHK atau dirumahkan, menurunnya ekonomi keluarga, kekerasan pada perempuan dan anak, stress anak yang tinggi, pendidikan anak, maupun kehamilan yang tidak diinginkan.
(Baca juga: Petugas Pemakaman COVID-19 di Mojokerto Mogok Kerja, Mengapa? )
Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar semua elemen strategis , baik kampus, aktifis perlindungan perempuan dan anak , media, pro aktif pemerintah serta peran pengusaha.
Mulai dari banyaknya Pekerja Migran Indonesia Perempuan yang di PHK atau dirumahkan, menurunnya ekonomi keluarga, kekerasan pada perempuan dan anak, stress anak yang tinggi, pendidikan anak, maupun kehamilan yang tidak diinginkan.
(Baca juga: Petugas Pemakaman COVID-19 di Mojokerto Mogok Kerja, Mengapa? )
Untuk itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar semua elemen strategis , baik kampus, aktifis perlindungan perempuan dan anak , media, pro aktif pemerintah serta peran pengusaha.
Lihat Juga :