Perjuangan 2 Bidan di Pulo Aceh: Mengabdi di Pulau Terluar dengan Nyawa Taruhan
Sabtu, 07 September 2024 - 14:26 WIB
Untuk sampai ke Pulo Aceh, Tri Afrinawati dan Salamiah harus menaiki kapal kayu berukuran sedang dua kali dalam sebulan. Jarak yang harus ditempuh agar sampai di Pulo Aceh selama dua jam. bahkan, bisa bertambah menjadi empat jam atau lebih jika cuaca buruk terjadi.
Ketika seorang pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut, mereka harus merujuknya ke rumah sakit terdekat menggunakan perahu. Ini adalah bagian dari perjuangan dan dedikasi mereka untuk memastikan kesehatan masyarakat di pulau yang terpencil ini.
“Perjalan selama di boat, kami siap-siap dengan alat melahirkan. Pernah juga kejadian tiba-tiba melahirkan di boat," ujar Tri Afrinawati lewat video pendek yang mengabadikan perjuangan mereka menembus ombak membawa pasien dari Pulo AcehdikutipSINDOnews, Sabtu (7/9/2024).
"Waktu itu saya betul-betul takut, sampai saya nangis di boat. Saya bilang bisa nggak kita berhenti sebentar? 'Nggak bisa karena memang ombaknya besar, nanti bisa terbalik'," tutur Salamiah menceritakan pengalamannya.
Tri Afrinawati, yang telah mengabdi selama 17 tahun merupakan sosok yang sangat dihormati di Pulo Aceh. Meski banyak bidan yang mengajukan pindah ke lokasi yang lebih nyaman, Tri tetap bertahan dan bertekad untuk terus mengabdi hingga pensiun di pulau ini.
"Sudah berbaur dengar masyarakat. Jiwa sosial masyarakatnya tinggi, kekeluargaannya sangat tinggi," kata Tri Afrinawati.
Ketika seorang pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut, mereka harus merujuknya ke rumah sakit terdekat menggunakan perahu. Ini adalah bagian dari perjuangan dan dedikasi mereka untuk memastikan kesehatan masyarakat di pulau yang terpencil ini.
“Perjalan selama di boat, kami siap-siap dengan alat melahirkan. Pernah juga kejadian tiba-tiba melahirkan di boat," ujar Tri Afrinawati lewat video pendek yang mengabadikan perjuangan mereka menembus ombak membawa pasien dari Pulo AcehdikutipSINDOnews, Sabtu (7/9/2024).
"Waktu itu saya betul-betul takut, sampai saya nangis di boat. Saya bilang bisa nggak kita berhenti sebentar? 'Nggak bisa karena memang ombaknya besar, nanti bisa terbalik'," tutur Salamiah menceritakan pengalamannya.
Tri Afrinawati, yang telah mengabdi selama 17 tahun merupakan sosok yang sangat dihormati di Pulo Aceh. Meski banyak bidan yang mengajukan pindah ke lokasi yang lebih nyaman, Tri tetap bertahan dan bertekad untuk terus mengabdi hingga pensiun di pulau ini.
"Sudah berbaur dengar masyarakat. Jiwa sosial masyarakatnya tinggi, kekeluargaannya sangat tinggi," kata Tri Afrinawati.
Lihat Juga :