Kisah Cinta Tan Malaka dan Syarifah Nawawi, Gadis Minangkabau Pemilik Hati Bapak Republik Indonesia Merdeka

Senin, 02 September 2024 - 15:08 WIB
Ketika keluarganya menawarkan gelar kehormatan Datuk, yang membawa tanggung jawab besar dalam masyarakat, ia dihadapkan pada dua pilihan yang sulit: menolak gelar tersebut dan menikahi Syarifah, atau menerima gelar Datuk dan meninggalkan cintanya.

Baca Juga: Kisah Kerajaan Kanjuruhan, Perjuangan di Tengah Kepungan Mataram Kuno

Setelah merenung, Ibrahim memilih untuk menerima gelar tersebut, memahami bahwa tanggung jawab terhadap keluarga dan masyarakatnya harus diutamakan. Keputusan ini memisahkannya dari Syarifah, cinta pertamanya yang ia tinggalkan dengan berat hati.

Setelah penobatannya, Ibrahim, yang kini dikenal sebagai Datuk Tan Malaka, melanjutkan pendidikannya ke Belanda. Jarak yang begitu jauh semakin memperlebar jurang antara dirinya dan Syarifah.

Tanpa kabar dari Tan Malaka, Syarifah akhirnya menerima lamaran dari Bupati Cianjur, RAA Wiranatakusumah, seorang pria yang sudah memiliki dua istri. Pernikahan ini, sayangnya, tidak membawa kebahagiaan bagi Syarifah, yang akhirnya berujung pada perceraian.

Sementara itu, kegagalan cinta pertamanya telah meninggalkan luka mendalam di hati Tan Malaka. Sejak itu, ia memilih untuk hidup sendiri, tanpa terikat pada hubungan yang serius sebagaimana pahlawan kemerdekaan lainnya.

Baca Juga: Kisah RS Sumber Santosa Malang, Saksi Bisu Perlawanan Gerilyawan-PGI Melawan Tentara Belanda

Di Belanda, Tan sempat menjalin hubungan dengan seorang gadis Belanda bernama Fenny Struijvenberg, namun hubungan mereka tidak pernah berkembang menjadi sesuatu yang lebih dalam.

Tan Malaka, yang selalu terbebani oleh kenangan akan Syarifah, terus merasa bahwa cinta tidak lagi memiliki tempat dalam hidupnya. Pengalaman pahit ini menjadi salah satu alasan mengapa Tan Malaka memilih jalan komunisme.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!