Kisah Cinta Tan Malaka dan Syarifah Nawawi, Gadis Minangkabau Pemilik Hati Bapak Republik Indonesia Merdeka

Senin, 02 September 2024 - 15:08 WIB
Bagi Tan, ideologi ini tidak hanya merupakan landasan politik, tetapi juga pelarian dari rasa sakit yang terus menghantuinya. Cinta yang gagal membuatnya lebih fokus pada perjuangan dan revolusi, alih-alih mencari kebahagiaan pribadi.

Perjalanan hidup Tan Malaka membawanya ke berbagai negara. Di Filipina, di bawah nama samaran Elias Fuentes, ia sempat jatuh cinta pada seorang perempuan lokal, namun hubungan mereka berakhir tragis ketika Tan ditangkap dan dideportasi.

Di Tiongkok, Tan bertemu seorang gadis muda berinisial “AP” di Xiamen, yang sering datang untuk belajar bahasa Inggris darinya. Meskipun mereka saling terbuka, hubungan itu pun tidak berlanjut ketika Tan harus meninggalkan Amoy pada tahun 1937.

Baca Juga: Kisah Prabu Brawijaya V Jatuh Cinta kepada Dewi Sari, Muslimah Cantik Putri Raja Cermain

Setelah bertahun-tahun berkelana dan terlibat dalam perjuangan revolusioner di berbagai belahan dunia, Tan Malaka akhirnya kembali ke Indonesia.

Di Jakarta, ia bertemu Paramita Abdurrachman, keponakan Ahmad Soebardjo, yang sempat membuatnya kembali merasakan getaran cinta. Hubungan mereka cukup serius hingga banyak yang mengira mereka telah bertunangan.

Namun, sekali lagi, tugas dan perjuangan politik menghalangi Tan untuk mengejar kehidupan pribadi. Tan Malaka meninggal secara tragis pada tahun 1949, ditembak oleh tentara Indonesia.

Ia meninggalkan dunia ini sebagai seorang pejuang tanpa cinta, seorang "jomblo revolusioner" yang memilih perjuangan di atas segala hal, termasuk cinta.

Syarifah Nawawi tetap menjadi bayangan dari cinta yang hilang, kenangan yang terus menghantui setiap langkahnya dalam perjuangan panjangnya demi kemerdekaan bangsanya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!