Kunjungi Pusri di Palembang, Wamentan Dukung Revitalisasi Industri Pupuk

Jum'at, 23 Agustus 2024 - 16:46 WIB
Sudaryono menilai ketersediaan pupuk tahun ini relatif stabil dan aman, meskipun ada beberapa pupuk yang belum sepenuhnya terserap di tingkat pengecer. "Ini adalah kabar baik karena menunjukkan bahwa distribusi pupuk berjalan lancar dan mencukupi kebutuhan petani," tambahnya.

Direktur Produksi Pupuk Indonesia, Bob Indiarto, menyambut positif dukungan Wamentan dan menegaskan komitmen Pupuk Indonesia untuk mendukung program peningkatan produktivitas pertanian. "Hingga 21 Agustus 2024, kami telah menyuplai 1.220.283 ton pupuk, melebihi ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah," ungkap Bob.

Di Sumatera Selatan, Pupuk Indonesia telah menyiapkan 20.796 ton pupuk bersubsidi, terdiri dari Urea, NPK Phonska, dan NPK Formula Kakao, yang jumlahnya mencapai 179 persen dari ketentuan stok minimum. Selain itu, Pupuk Indonesia juga menyediakan fasilitas pendukung berupa sembilan gudang, 40 distributor, dan 526 kios resmi, serta 32 petugas lapangan untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran.

Pupuk Indonesia kini juga mempermudah penebusan pupuk bersubsidi melalui aplikasi i-Pubers, memungkinkan petani untuk melakukan penebusan dengan hanya menggunakan KTP. Pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi juga diperketat dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2024, yang menetapkan syarat-syarat bagi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

"Stok pupuk kami melebihi ketentuan minimum, dan kami siap memenuhi kebutuhan untuk program peningkatan produktivitas pertanian," pungkas Bob Indiarto.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!