Kunjungi Pusri di Palembang, Wamentan Dukung Revitalisasi Industri Pupuk

Jum'at, 23 Agustus 2024 - 16:46 WIB
loading...
Kunjungi Pusri di Palembang,...
Wamentan RI Sudaryono, mendukung program revitalisasi industri pupuk di PT Pupuk Indonesia (Persero) selama kunjungannya ke Pupuk Sriwidjaja (Pusri) di Palembang pada Kamis (22/8/2024). Foto/Ist
A A A
PALEMBANG - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia, Sudaryono, menegaskan dukungannya terhadap program revitalisasi industri pupuk di PT Pupuk Indonesia (Persero) selama kunjungannya ke Pupuk Sriwidjaja (Pusri) di Palembang, Sumatera Selatan, pada Kamis (22/8/2024). Kunjungan ini menyoroti upaya pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi pupuk demi mendukung produktivitas pertanian nasional.

"Sejarah panjang Pupuk Sriwidjaja mengukuhkan pentingnya revitalisasi untuk memastikan proses produksi yang lebih efisien dan menghasilkan pupuk berkualitas dengan harga terjangkau," ujar Sudaryono. Ia menambahkan bahwa dengan efisiensi yang meningkat, biaya produksi pupuk dapat menurun, sehingga harga akhir bagi petani menjadi lebih bersaing.

Revitalisasi industri pupuk juga sejalan dengan langkah pemerintah yang baru-baru ini menambah alokasi pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton pada awal tahun menjadi 9,55 juta ton. Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pupuk yang mencukupi dan meningkatkan sistem pengairan sawah dengan menyediakan 64.000 pompa di seluruh Indonesia. Dengan alokasi yang lebih besar, pemerintah berharap dapat mendukung petani untuk melakukan tanam lebih dari sekali dalam setahun.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Turut Aktif Kawal Pupuk Bersubsidi

Sudaryono menilai ketersediaan pupuk tahun ini relatif stabil dan aman, meskipun ada beberapa pupuk yang belum sepenuhnya terserap di tingkat pengecer. "Ini adalah kabar baik karena menunjukkan bahwa distribusi pupuk berjalan lancar dan mencukupi kebutuhan petani," tambahnya.

Direktur Produksi Pupuk Indonesia, Bob Indiarto, menyambut positif dukungan Wamentan dan menegaskan komitmen Pupuk Indonesia untuk mendukung program peningkatan produktivitas pertanian. "Hingga 21 Agustus 2024, kami telah menyuplai 1.220.283 ton pupuk, melebihi ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah," ungkap Bob.

Di Sumatera Selatan, Pupuk Indonesia telah menyiapkan 20.796 ton pupuk bersubsidi, terdiri dari Urea, NPK Phonska, dan NPK Formula Kakao, yang jumlahnya mencapai 179 persen dari ketentuan stok minimum. Selain itu, Pupuk Indonesia juga menyediakan fasilitas pendukung berupa sembilan gudang, 40 distributor, dan 526 kios resmi, serta 32 petugas lapangan untuk memastikan distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran.

Pupuk Indonesia kini juga mempermudah penebusan pupuk bersubsidi melalui aplikasi i-Pubers, memungkinkan petani untuk melakukan penebusan dengan hanya menggunakan KTP. Pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi juga diperketat dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2024, yang menetapkan syarat-syarat bagi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

"Stok pupuk kami melebihi ketentuan minimum, dan kami siap memenuhi kebutuhan untuk program peningkatan produktivitas pertanian," pungkas Bob Indiarto.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Dukung Pameran MAX 2026,...
Dukung Pameran MAX 2026, Pupuk Indonesia Dorong Pengembangan Ekonomi Biru
Waka MPR Ibas: Kelancaran...
Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Bangun Ekonomi Lokal,...
Bangun Ekonomi Lokal, Asprindo Persiapkan Kampung Industri Kedua di Sukoharjo
Modernisasi Pertanian...
Modernisasi Pertanian Nagekeo, Anggota DPRD Kosmas Lawa Bagho Serahkan Hand Tractor untuk Petani
Kolaborasi Perguruan...
Kolaborasi Perguruan Tinggi Dorong Pemanfaatan Kemiri di Desa Ropang Sumbawa
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Rekomendasi
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Sejarah! Cape Verde...
Sejarah! Cape Verde Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 usai Tahan Arab Saudi
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved