Pilkada Jakarta: Ridwan Kamil-Suswono Diusung 12 Parpol, PDIP Dipojokkan KIM Plus

Selasa, 20 Agustus 2024 - 07:27 WIB
"Seolah PDIP hanya diberi dua pilihan. Pertama, ikut tunduk takluk bergabung dengan KIM Plus dengan mendukung RK-Suswono. Kedua, harus merelakan kekuatan politik dengan representasi 15 kursi di DPRD Jakarta "nganggur" dan "mati kartu" karena tidak bisa membentuk koalisi," ujar Umam kepada SINDOnews, Senin (19/8/2024).

Dosen Ilmu Politik & International Studies, Universitas Paramadina ini menambahkan, situasi dilema ini juga semakin problematik, tatkala PDIP sempat berharap bisa melakukan perlawanan terhadap dominasi KIM Plus dengan mengampanyekan pemenangan Kotak Kosong.

"Tapi hal itu pun sudah tak bisa lagi dilakukan PDIP karena kemungkinan besar pasangan RK-Suswono akan dihadapkan dengan paslon independent (Dharma Pongrekun-Kun Wardana Abyoto), meskipun sejumlah kalangan mempertanyakan legitimasi pencalonannya," katanya.

Menurut Umam, jika kartu PDIP akhirnya dipaksa hangus, maka untuk pertama kalinya PDIP yang notabene menjadi periingkat kedua (runner up) di pertarungan legislatif, akan menjadi penonton saja. "Yang bisa PDIP lakukan adalah menerima hasil pilkada, lalu menjalankan fungsi pengawas dan penyeimbang dalam kekuasaan kepala daerah baru lima tahun mendatang," pungkas Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (INDOSTRATEGIC).

Diberitakan sebelumnya, 12 partai politik secara resmi mendeklarasikan dukungan terhadap Ridwan Kamil dan Suswono sebagai pasangan cagub dan cawagub Jakarta.Deklarasi tersebut dilakukan setelah masing-masing sekretaris jenderal (sekjen) partai politik pengusung dan pendukung menyampaikan kata sambutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!