Kisah Kuda Kiai Pakeling Selamatkan Untung Surapati dari Tembakan Peluru Emas VOC
Minggu, 18 Agustus 2024 - 06:12 WIB
Dengan kuda Kiai Pakeling, Untung Surapati beserta pasukannya membelah barisan pasukan gabungan Sampang, Surabaya, dan Kumpeni. Perang tanding antara kedua pasukan besar itu begitu mengerikan. Derap kaki-kaki kuda terdengar beriringan.
Konon perang itu begitu menegangkan, panah-panah api berlesatan di udara. Pedang-pedang berdentingan, desingan peluru yang melesat dari lubang-lubang senapan. Teriakan-teriakan prajurit sebelum menemui ajalnya. Bergelimpangan di tanah dengan bersimbah darah.
Baca Juga: Kisah Heroik Arek Malang Tumpas Penjajah Belanda usai Proklamasi 17 Agustus 1945
Sekejap mata, banyak prajurit yang tewas dalam perang di Bangil. Tidak hanya prajurit-prajurit dari pasukan gabungan Pasuruhan dan Bali; namun pula prajurit-prajurit dari pasukan gabungan Sampang, Surabaya, dan Kumpeni.
Mereka menjadi tumbal perang saudara antara Sunan Amangkurat III dan Sunan Pakubuwana.
Betapa cerdas, pasukan gabungan Sampang, Surabaya, dan Kumpeni menaklukkan pasukan gabungan Pasuruhan dan Bali yakni dengan memisahkan Untung Surapati dari pasukannya.
Konon perang itu begitu menegangkan, panah-panah api berlesatan di udara. Pedang-pedang berdentingan, desingan peluru yang melesat dari lubang-lubang senapan. Teriakan-teriakan prajurit sebelum menemui ajalnya. Bergelimpangan di tanah dengan bersimbah darah.
Baca Juga: Kisah Heroik Arek Malang Tumpas Penjajah Belanda usai Proklamasi 17 Agustus 1945
Sekejap mata, banyak prajurit yang tewas dalam perang di Bangil. Tidak hanya prajurit-prajurit dari pasukan gabungan Pasuruhan dan Bali; namun pula prajurit-prajurit dari pasukan gabungan Sampang, Surabaya, dan Kumpeni.
Mereka menjadi tumbal perang saudara antara Sunan Amangkurat III dan Sunan Pakubuwana.
Betapa cerdas, pasukan gabungan Sampang, Surabaya, dan Kumpeni menaklukkan pasukan gabungan Pasuruhan dan Bali yakni dengan memisahkan Untung Surapati dari pasukannya.
Lihat Juga :