Pilkada Jakarta Makin Seru setelah Muncul Wacana KIM Plus, Mungkinkah PKS Menggandeng PDIP?

Rabu, 07 Agustus 2024 - 20:29 WIB
Di sisi lain, pengumuman Anies sebagai bacagub Jakarta oleh DPP Partai Nasdem pada 22 Juli 2024 disampaikan oleh Sekjen Hermawi Taslim. Anies yang hadir kala pengumuman tersebut, diberi kebebasan mencari calon pendamping.

Berbeda dengan PKS dan Nasdem, DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum juga mengumumkan Anies sebagai bakal calon gubernur. Padahal, sudah ada rekomendasi dari DPW PKB DKI Jakarta pada 12 Juni 2024.

Baca Juga: Wacana KIM Plus di 3 Pilkada, Siapa Jagoannya?

Munculnya wacana KIM Plus yang dilontarkan oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad pada pekan lalu, membuat dinamika Pilkada Jakarta semakin menarik. Posisi Anies yang masih bertengger di posisi teratas dalam beberapa survei Pilkada Jakarta, disebut terancam dan tak bisa berlayar di Pilkada Jakarta.

Penilaian tersebut antara lain datang dari pengamat politik Ujang Komarudin. "Kalau skema KIM Plus itu jadi yang diucapkan oleh Dasco, maka ya Nasdem bisa gabung KIM, PKB bisa gabung KIM. PKB kan bisa diajak dengan skema KIM, kalau itu terjadi ya Anies nggak bisa berlayar, Anies tidak akan dapat dukungan partai," tutur Ujang yang juga Dosen Universitas Al Azhar Indonesia itu, Sabtu (3/8/2024).

Sorotan kini ditujukan kepada PKS. Partai yang dipimpin Ahmad Syaikhu ini memang bisa saja berpaling dari Anies jika ada tawaran menarik dari KIM. Bahkan, beredar kabar bahwa Ridwan Kamil hanya mau diusung di Pilkada Jakarta jika ada PKS dalam koalisi pendukungnya.

Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring turut bersuara ihwal kabar yang menyebut partainya akan merapat ke KIM Plus. Tifatul mengatakan, belum ada pembahasan dari DPP PKS terkait kabar tersebut. "Di tingkat DPP belum ada pembahasannya," kata Tifatul saat dihubungi, Rabu (7/8/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!