Asal-usul Taksaka, Anak Dewi Kadru dan Kasyapa di Cerita Mahabharata yang Jadi Nama KA Jakarta-Jogja
Rabu, 31 Juli 2024 - 12:42 WIB
Marah dengan perlakuan ini, putra Samiti, Sang Srenggi, mengutuk Parikesit agar mati digigit ular dalam tujuh hari. Naga Taksaka kemudian ditugaskan untuk melaksanakan kutukan tersebut.
Pada hari ketujuh, Taksaka menyusup ke dalam buah jambu yang diberikan kepada Parikesit oleh seorang brahmana yang menyamar. Ketika Parikesit memakan buah tersebut, Taksaka kembali ke wujud aslinya dan menggigit sang raja, menyebabkan kematiannya.
Putra Parikesit, Janamejaya, yang marah atas kematian ayahnya, mengadakan upacara pengorbanan ular yang hampir memusnahkan Taksaka. Namun, berkat intervensi Sang Astika, upacara tersebut dihentikan dan Taksaka selamat.
Legenda ini menjadi inspirasi nama kereta api Taksaka, mengingat kisah naga yang kuat dan penuh keberanian. Kereta api ini tidak hanya menawarkan perjalanan yang nyaman, tetapi juga membawa penumpangnya melalui rute bersejarah yang menghubungkan dua kota besar di Indonesia.
Pada hari ketujuh, Taksaka menyusup ke dalam buah jambu yang diberikan kepada Parikesit oleh seorang brahmana yang menyamar. Ketika Parikesit memakan buah tersebut, Taksaka kembali ke wujud aslinya dan menggigit sang raja, menyebabkan kematiannya.
Putra Parikesit, Janamejaya, yang marah atas kematian ayahnya, mengadakan upacara pengorbanan ular yang hampir memusnahkan Taksaka. Namun, berkat intervensi Sang Astika, upacara tersebut dihentikan dan Taksaka selamat.
Legenda ini menjadi inspirasi nama kereta api Taksaka, mengingat kisah naga yang kuat dan penuh keberanian. Kereta api ini tidak hanya menawarkan perjalanan yang nyaman, tetapi juga membawa penumpangnya melalui rute bersejarah yang menghubungkan dua kota besar di Indonesia.
(hri)
Lihat Juga :