Polda Papua Investigasi Kerusuhan Berdarah 16 Juli di Mulia Puncak Jaya
Sabtu, 27 Juli 2024 - 10:00 WIB
Kematian ketiganya memicu kemarahan warga. Mereka lantas berbuat anarkistis. Kerusuhan ini mengakibatkan seorang warga bernama Abdulah Jaelani (30) meninggal akibat terkena benda tajam.
Lalu empat orang terluka. Satu orang di antaranya adalah Komandan Batalion (Danyon) 753/AVT Mayor Inf Novald Dermawan. Novald lemparan batu di kepala. Tiga warga lainnya adalah Arief (45) yang terkena panah di punggung.
Kemudian Safrudin (44) terkena lemparan batu bagian bibir, dan Surati alias Bude Nina (53) yang terluka akibat benda tajam.
Sementara itu Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Komando Daerah Operasi Sinak Puncak Jaya membantah terlibat dalam pembunuhan warga sipil di Puncak Jaya.
Mereka bekukuh bahwa pembunuhan tersebut terjadi akibat kemarahan warga atas pembunuhan tiga orang warga asli yang ditembak oleh militer Indonesia pada 16 Juli lalu.
Lalu empat orang terluka. Satu orang di antaranya adalah Komandan Batalion (Danyon) 753/AVT Mayor Inf Novald Dermawan. Novald lemparan batu di kepala. Tiga warga lainnya adalah Arief (45) yang terkena panah di punggung.
Kemudian Safrudin (44) terkena lemparan batu bagian bibir, dan Surati alias Bude Nina (53) yang terluka akibat benda tajam.
Sementara itu Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Komando Daerah Operasi Sinak Puncak Jaya membantah terlibat dalam pembunuhan warga sipil di Puncak Jaya.
Mereka bekukuh bahwa pembunuhan tersebut terjadi akibat kemarahan warga atas pembunuhan tiga orang warga asli yang ditembak oleh militer Indonesia pada 16 Juli lalu.
(ams)