Dukung Merauke Jadi Lumbung Pangan Nasional, Pupuk Indonesia Gelar Program PI Menyapa

Jum'at, 26 Juli 2024 - 13:37 WIB
"Saya telah mengunjungi gudang di Tanah Miring, gudang paling timur yang dimiliki Pupuk Indonesia. Saya tidak ada kekhawatiran di Merauke. Saya kira Bu Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Merauke (Yosefa Loise Rumaseu, Red) sepakat bahwa Merauke bisa menjadi lumbung pangan baik regional maupun nasional," tandas Rahmad.

Pemerintah menambah alokasi pupuk bersubsidi secara nasional dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton pada tahun 2024, termasuk untuk petani di Merauke. Alokasi pupuk bersubsidi Urea di Merauke mencapai 8.730 ton, naik 72,4 persen dari alokasi awal 2024 yang sebesar 5.065 ton. Alokasi NPK terbaru mencapai 14.322 ton, meningkat 125,3 persen dari alokasi awal yang sebesar 6.360 ton.

Untuk memastikan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di Merauke, Pupuk Indonesia menyiapkan fasilitas penunjang, termasuk tiga unit gudang Lini III dengan kapasitas total 6.000 ton, dua distributor, 55 kios, dan tiga petugas lapang yang memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan dengan baik.

Rahmad Pribadi juga menambahkan bahwa hasil tinjauan lapangan menunjukkan Merauke memiliki tanah pertanian yang subur dan berpotensi besar untuk dikembangkan. Rata-rata produktivitas padi di Merauke saat ini berada di angka 3 hingga 4 ton per hektare, dengan luas lahan pertanian mencapai 1.058 hektare di Kampung Telaga Sari.

"Pertanian di sini juga telah dikunjungi Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo beberapa waktu lalu. Merauke ini unik, saat harga beras di mana-mana naik, di sini selalu lebih murah. Hal ini penting untuk ketahanan pangan nasional," pungkasnya.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!