Dampak COVID-19, P-APBD Jatim 2020 Turun Rp1,4 Triliun
Senin, 24 Agustus 2020 - 14:01 WIB
Ini terjadi akibat kondisi perekonomian yang lesu. "Sehingga orang beli kendaraan bermotor berkurang," terangnya.
Meski begitu, Pemprov Jatim berupaya untuk tetap optimal dalam pendapatan pajak seperti melakukan relaksasi pembayaran, pemutihan, hingga diskon bagi wajib pajak kendaraan bermotor.
“Penurunan pendapat daerah ini tentunya akan berpengaruh pada belanja daerah. Namun, fokusnya adalah pada recovery ekonomi dan recoveri kesehatan. Sebab dua hal itu menjadi skala prioritas yang menjadi turunan dari arahan pemerintah pusat,” tandasnya.
Dia menambahkan, sektor pendidikan dalam P-APBD Jatim kali ini tidak menjadi skala prioritas. Alasannya selama pandemi COVID-19 , Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) juga mengalami penurunan.
"Sebab, tidak ada kegiatan belajar mengajar tatap muka dan kegiatan fisik. Sehingga berpengaruh terhadap anggaran belanja rutin," paparnya.
Meski begitu, Pemprov Jatim berupaya untuk tetap optimal dalam pendapatan pajak seperti melakukan relaksasi pembayaran, pemutihan, hingga diskon bagi wajib pajak kendaraan bermotor.
“Penurunan pendapat daerah ini tentunya akan berpengaruh pada belanja daerah. Namun, fokusnya adalah pada recovery ekonomi dan recoveri kesehatan. Sebab dua hal itu menjadi skala prioritas yang menjadi turunan dari arahan pemerintah pusat,” tandasnya.
Dia menambahkan, sektor pendidikan dalam P-APBD Jatim kali ini tidak menjadi skala prioritas. Alasannya selama pandemi COVID-19 , Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) juga mengalami penurunan.
"Sebab, tidak ada kegiatan belajar mengajar tatap muka dan kegiatan fisik. Sehingga berpengaruh terhadap anggaran belanja rutin," paparnya.
Lihat Juga :