Angka Stunting dan BBLR di Desa Cibatok Bogor Turun

Jum'at, 19 Juli 2024 - 18:18 WIB
"Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat, terutama kader posyandu atas upayanya dalam mencegah kasus stunting di desa ini. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Adaro dan Infokes atas dukungan dan kerja sama yang telah menyukseskan program ini," ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi, pihaknya yakin dapat terus membawa perubahan positif bagi masyarakat. Di tahun kedua, pihaknya berkomitmen membangun sistem agar program ini dapat terus berlanjut dengan peran aktif dari desa dan Puskesmas.

Selama berlangsungnya program ini, berbagai materi edukasi yang merupakan hasil kolaborasi dengan 1.000 Days Fund untuk para kader dan sasaran ibu hamil dikirim melalui Klinisia Mobile App untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan ibu dan anak serta pentingnya mengidentifikasi stunting.

Chief Commercial Officer PT Infokes Indonesia Hery Purwanto mengaku bangga ePuskesmas dan Klinisia Mobile App yang dikembangkan dapat mendukung keberhasilan program ini untuk membangun sistem dan SOP mencegah BBLR dan stunting di Desa Cibatok 1. Sebelumnya, Desa Cibatok 1 memiliki angka prevalensi stunting cukup tinggi meski terletak tidak jauh dari Jakarta.

"Keberhasilan ini tentunya juga tidak lepas dari dukungan berbagai pemangku kepentingan seperti Kepala Desa Cibatok 1, pemerintah Kecamatan Cibungbulang, Puskesmas Cibungbulang, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang turut memastikan Program Posyandu Teladan berjalan dengan lancar,” katanya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!