Siapkan Mahasantri Unggul dan Berprestasi, BAZNAS Beri Pembinaan untuk Penerima Beasiswa
Rabu, 17 Juli 2024 - 12:15 WIB
"Program ini sangat strategis, mengapa, pertama bahwa program ini adalah program untuk mencari jalan keluar para santri yang ingin masuk perguruan tinggi tetapi tidak mempunyai biaya untuk persiapan, sehingga ini sekaligus juga untuk mengurangi, jangan sampai terjadi kesenjangan yang jauh antara yang punya biaya dan yang tidak, karena apa, akibatnya sangat fatal ke depan," katanya.
"Yang kedua, nilai strategisnya adalah kita mempersiapkan para santri masuk di perguruan tinggi-perguruan tinggi yang favorit, kalau yang tidak punya biaya ini rata-rata santri, mereka kemudian dikategorikan sebagai masyarakat yang kurang mampu, maka kesenjangan kemampuan ke depan pun akan sangat berbeda antara satu dengan yang lain, sehingga ini adalah program yang memberikan bantuan, yang mempunyai arti sangat strategis bagi bangsa Indonesia di mana kita mengurangi kesenjangan antara mereka yang punya biaya dengan yang tidak punya biaya, juga mengurangi kesenjangan antara santri dengan yang non santri," imbuhnya.
Kiai Noor berharap program Beasiswa Santri BAZNAS dapat memberikan kemanfaatan yang luas dan juga dapat mendorong kontribusi zakat, infak dan sedekah bagi kemajuan umat dan perkembangan pendidikan di Indonesia.
Sementara itu, Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si, menjelaskan, pada program Beasiswa Santri ini, para santri dibantu dengan dana ZIS untuk bisa mendapatkan bimbingan belajar persiapan masuk perguruan tinggi sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama, setara dengan pelajar-pelajar diluar pesantren," terang Imdadun.
"Alhamdulillah program ini dinikmati hampir di seluruh penjuru Indonesia, ada 218 pondok pesantren dari Jawa dan luar Jawa yang telah mengakses program ini, dan kalau kita melihat hasilnya maka program ini bisa dikatakan menggembirakan, karena bisa kita lihat dari data ini bahwa yang telah lulus di perguruan tinggi tujuan itu ada 1.968 santri 39,9 persen dan yang sedang berproses ada 2.784 atau 54,6 persen, dan yang tidak lulus itu persentase nya kecil sekali, 183 santri atau 3,37 persen," jelasnya.
"Yang kedua, nilai strategisnya adalah kita mempersiapkan para santri masuk di perguruan tinggi-perguruan tinggi yang favorit, kalau yang tidak punya biaya ini rata-rata santri, mereka kemudian dikategorikan sebagai masyarakat yang kurang mampu, maka kesenjangan kemampuan ke depan pun akan sangat berbeda antara satu dengan yang lain, sehingga ini adalah program yang memberikan bantuan, yang mempunyai arti sangat strategis bagi bangsa Indonesia di mana kita mengurangi kesenjangan antara mereka yang punya biaya dengan yang tidak punya biaya, juga mengurangi kesenjangan antara santri dengan yang non santri," imbuhnya.
Kiai Noor berharap program Beasiswa Santri BAZNAS dapat memberikan kemanfaatan yang luas dan juga dapat mendorong kontribusi zakat, infak dan sedekah bagi kemajuan umat dan perkembangan pendidikan di Indonesia.
Sementara itu, Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si, menjelaskan, pada program Beasiswa Santri ini, para santri dibantu dengan dana ZIS untuk bisa mendapatkan bimbingan belajar persiapan masuk perguruan tinggi sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama, setara dengan pelajar-pelajar diluar pesantren," terang Imdadun.
"Alhamdulillah program ini dinikmati hampir di seluruh penjuru Indonesia, ada 218 pondok pesantren dari Jawa dan luar Jawa yang telah mengakses program ini, dan kalau kita melihat hasilnya maka program ini bisa dikatakan menggembirakan, karena bisa kita lihat dari data ini bahwa yang telah lulus di perguruan tinggi tujuan itu ada 1.968 santri 39,9 persen dan yang sedang berproses ada 2.784 atau 54,6 persen, dan yang tidak lulus itu persentase nya kecil sekali, 183 santri atau 3,37 persen," jelasnya.
Lihat Juga :