Warisan Prabu Siliwangi Selamatkan Pertahanan Pajajaran dari Gempuran Musuh Misterius
Rabu, 10 Juli 2024 - 06:07 WIB
Tetapi dua orang senapati Pajajaran mati yaitu Tohaan Ratu Sangiang dan Tohaan Sarendet.
Gagal merebut benteng kota, pasukan penyerbu ini dengan cepat bergerak ke utara dan menghancurkan pusat - pusat keagamaan di Sumedang, Ciranjang dan Jayagiri yang dalam zaman Sri Baduga merupakan desa kawikuan yang dilindungi oleh negara.
Sikap Ratu Dewata yang alim dan rajin bertapa, menurut norma kehidupan zaman itu tidak tepat. Sebab tapa seorang raja adalah memerintah dengan baik. Tapa-brata seperti yang dilakukannya itu hanya boleh dilakukan setelah ia turun tahta seperti Wastu Kancana.
Gagal merebut benteng kota, pasukan penyerbu ini dengan cepat bergerak ke utara dan menghancurkan pusat - pusat keagamaan di Sumedang, Ciranjang dan Jayagiri yang dalam zaman Sri Baduga merupakan desa kawikuan yang dilindungi oleh negara.
Sikap Ratu Dewata yang alim dan rajin bertapa, menurut norma kehidupan zaman itu tidak tepat. Sebab tapa seorang raja adalah memerintah dengan baik. Tapa-brata seperti yang dilakukannya itu hanya boleh dilakukan setelah ia turun tahta seperti Wastu Kancana.
(ams)
Lihat Juga :