Runtuhnya Kerajaan Warisan Raja Airlangga Akibat Ketiadaan Armada Perang
Jum'at, 05 Juli 2024 - 07:46 WIB
Hal ini tentu disayangkan, apalagi saat itu Janggala tengah dalam puncak kejayaan secara ekonomi. Tetapi sayang pelabuhan strategis dan kejayaan ekonomi tidak diiringi dengan armada peperangan yang kuat.
Berbeda dengan Kediri di bawah Sri Samarawijaya, yang memiliki armada peperangan, bahkan armada laut memadai kendati wilayahnya tak berbatasan langsung dengan laut.
Baca Juga: Kisah Ajaib Jenderal M Jusuf, Panglima TNI Berkalung Alquran Emas yang Kebal Peluru
Sementara, Kadiri yang penghasilannya hanya mengandalkan hasil pertanian tersebut memiliki angkatan perang cukup tangguh. Berkat angkatan perangnya yang tangguh itu, Kadiri bernyali menyerang Janggala untuk menguasai pelabuhan dan sektor perdagangan.
Upaya menguasai Janggala tentu dibutuhkan angkatan perang yang tangguh. Sebab itu, Kadiri di masa pemerintahan Sri Kamesywara berusaha menyatukan Kadiri dan Panjalu. Dari penyatuan dua wilayah tersebut akan mendukung upaya memperkuat angkatan perang Kadiri.
Sungguh ngkatan perang Kediri mulai tangguh, namun Sri Kamesywara belum bisa menguasai Janggala. Baru semasa pemerintahan Mapanji Jayabhaya, Kadiri berhasil merebut Janggala.
Keberhasilan Mapanji Jayabhaya bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa, dalam merebut Janggala dari kekuasaan Mapanji Alanjung Ahyes tersebut.
Berbeda dengan Kediri di bawah Sri Samarawijaya, yang memiliki armada peperangan, bahkan armada laut memadai kendati wilayahnya tak berbatasan langsung dengan laut.
Baca Juga: Kisah Ajaib Jenderal M Jusuf, Panglima TNI Berkalung Alquran Emas yang Kebal Peluru
Sementara, Kadiri yang penghasilannya hanya mengandalkan hasil pertanian tersebut memiliki angkatan perang cukup tangguh. Berkat angkatan perangnya yang tangguh itu, Kadiri bernyali menyerang Janggala untuk menguasai pelabuhan dan sektor perdagangan.
Upaya menguasai Janggala tentu dibutuhkan angkatan perang yang tangguh. Sebab itu, Kadiri di masa pemerintahan Sri Kamesywara berusaha menyatukan Kadiri dan Panjalu. Dari penyatuan dua wilayah tersebut akan mendukung upaya memperkuat angkatan perang Kadiri.
Sungguh ngkatan perang Kediri mulai tangguh, namun Sri Kamesywara belum bisa menguasai Janggala. Baru semasa pemerintahan Mapanji Jayabhaya, Kadiri berhasil merebut Janggala.
Keberhasilan Mapanji Jayabhaya bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa, dalam merebut Janggala dari kekuasaan Mapanji Alanjung Ahyes tersebut.
Lihat Juga :