5 Pemuda Bekasi Gabung Sindikat Pabrik Narkoba di Malang karena Motif Ekonomi
Kamis, 04 Juli 2024 - 14:57 WIB
Mereka yakni HA berusia 21 tahun warga Desa Simpangan, Cikarang Utara, RR (23 tahun) warga Desa Suka Raya, Karang Bahagia, dan IR 25 tahun, warga Desa Karang Asih, Cikarang Utara.
Baca juga: Barang Bukti Fantastis Pabrik Narkoba Terbesar Indonesia di Kota Malang
"Usia 20 - 21 ya ada, di antara para pelaku ini mereka pengangguran, mereka mencari pekerjaan," ucap Wahyu Widada, saat konferensi pers di rumah kontrakan yang dijadikan pabrik narkoba di Malang, Rabu (3/7/2024).
Para pelaku ini dipandu oleh beberapa orang di atasnya hingga akhirnya tersambung dengan WNA Malaysia yang disebut bernama Kent. Dari WNA Malaysia itulah kelimanya menjalankan produksi pembuatan tiga jenis narkoba berskala besar di rumah kontrakan Malang.
Tapi pihaknya masih mengembangkan dan mendalami siapa orang-orang di atasnya, yang menghubungkan antara kelimanya dengan pemilik pabrik narkoba WNA Malaysia ini.
"Ada orang-orang di tengah-tengah ini yang jadi perantaranya. Yang merekrut di sini, di sana jadi semacam mereka berusaha untuk memutus antara peracik , koki, dan juga dengan mereka yang mengedarkan di Jakarta pun itu orangnya juga mereka tidak saling kenal," paparnya.
Baca juga: Barang Bukti Fantastis Pabrik Narkoba Terbesar Indonesia di Kota Malang
"Usia 20 - 21 ya ada, di antara para pelaku ini mereka pengangguran, mereka mencari pekerjaan," ucap Wahyu Widada, saat konferensi pers di rumah kontrakan yang dijadikan pabrik narkoba di Malang, Rabu (3/7/2024).
Para pelaku ini dipandu oleh beberapa orang di atasnya hingga akhirnya tersambung dengan WNA Malaysia yang disebut bernama Kent. Dari WNA Malaysia itulah kelimanya menjalankan produksi pembuatan tiga jenis narkoba berskala besar di rumah kontrakan Malang.
Tapi pihaknya masih mengembangkan dan mendalami siapa orang-orang di atasnya, yang menghubungkan antara kelimanya dengan pemilik pabrik narkoba WNA Malaysia ini.
"Ada orang-orang di tengah-tengah ini yang jadi perantaranya. Yang merekrut di sini, di sana jadi semacam mereka berusaha untuk memutus antara peracik , koki, dan juga dengan mereka yang mengedarkan di Jakarta pun itu orangnya juga mereka tidak saling kenal," paparnya.