Dua Bayi Tewas Mengenaskan Diusut Polres Rembang
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 17:03 WIB
“Soal kenapa dan bagaimana peristiwanya, kita tidak tahu menahu. Saat kita diminta pak polisi menyiapkan sarana pra sarana pembongkaran makam, ya kita laksanakan, “ ujarnya.
Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Bambang Sugito menjelaskan bayi dilahirkan tanggal 17 Agustus, sedangkan pembongkaran makam berlangsung hari Rabu, 19 Agustus 2020. Sementara autopsi jasad bayi, ditangani oleh dokter forensik Bidang Dokkes Polda Jawa Tengah.
“Jadi ini konteksnya penyidik meragukan keterangan saksi (ibu bayi). Maka penyidik mengambil langkah, kuburan kita gali untuk bahan penyelidikan lebih lanjut, “ kata Bambang, Jum’at (21/08).
Berdasarkan hasil autopsi dan keterangan saksi, disimpulkan bahwa bayi dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri dengan cara dimasukkan ke dalam ember, sehingga kehabisan nafas dan badannya membiru. Diduga wanita ini tidak menghendaki bayi lahir, lantaran hasil hubungan dengan suami sirinya.
“Setelah lahir, bayi dimasukkan ke dalam ember. Tapi tersangka atau ibu bayi meminta tolong kepada warga, seolah-olah melahirkan, bayi langsung meninggal, “ ungkapnya. (BACA JUGA: Dikecam Presiden, Departement Store Singapura Batal Larang Karyawan Pakai Jilbab)
Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Bambang Sugito menjelaskan bayi dilahirkan tanggal 17 Agustus, sedangkan pembongkaran makam berlangsung hari Rabu, 19 Agustus 2020. Sementara autopsi jasad bayi, ditangani oleh dokter forensik Bidang Dokkes Polda Jawa Tengah.
“Jadi ini konteksnya penyidik meragukan keterangan saksi (ibu bayi). Maka penyidik mengambil langkah, kuburan kita gali untuk bahan penyelidikan lebih lanjut, “ kata Bambang, Jum’at (21/08).
Berdasarkan hasil autopsi dan keterangan saksi, disimpulkan bahwa bayi dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri dengan cara dimasukkan ke dalam ember, sehingga kehabisan nafas dan badannya membiru. Diduga wanita ini tidak menghendaki bayi lahir, lantaran hasil hubungan dengan suami sirinya.
“Setelah lahir, bayi dimasukkan ke dalam ember. Tapi tersangka atau ibu bayi meminta tolong kepada warga, seolah-olah melahirkan, bayi langsung meninggal, “ ungkapnya. (BACA JUGA: Dikecam Presiden, Departement Store Singapura Batal Larang Karyawan Pakai Jilbab)
Lihat Juga :