Kisah Kebangkitan Dinasti Isyana di Bawah Naungan Mpu Sindok
Senin, 10 Juni 2024 - 06:33 WIB
Baca Juga: Misteri Cahaya Misterius pada Situs Peninggalan Mpu Sindok di Malang
Hal ini mengesankan bahwa kedudukan Mahendradatta lebih tinggi daripada Udayana. Mungkin saat itu Bali merupakan neger bawahan Jawa. Penaklukan Bali diperkirakan terjadi pada zaman pemerintahan Dyah Balitung (sekitar tahun 890-900 M).
Prasasti Pucangan juga menyebutkan seorang raja bernama Dharmawangsa Teguh, mertua sekaligus kerabat Airlangga. Para sejarawan cenderung sepakat bahwa Dharmawangsa Teguh merupakan putra Makutawangsawardhana.
Prasasti Sirah Keting memperkuat pendapat dengan menyebut Dharmawangsa Teguh dengan nama Sri Maharaja Isyana Dharmawangsa. Dengan demikian, Dharmawangsa dapat dipastikan sebagai keturunan Mpu Sindok, meskipun Prasasti Pucangan tidak menyebutnya dengan pasti.
Adapun anggota Dinasti Isyana, antara lain sebagai berikut. Sri Maharaja Rake Hino Sri Isyana Wikramadharmottunggadewa, Sri Isyanatunggawijaya (istri Sri Lokapala, Bali), Sri Makutawangsawardhana, Dharmawangsa Teguh, yang juga pernah jadi Raja Mataram era Jawa Timur.
Hal ini mengesankan bahwa kedudukan Mahendradatta lebih tinggi daripada Udayana. Mungkin saat itu Bali merupakan neger bawahan Jawa. Penaklukan Bali diperkirakan terjadi pada zaman pemerintahan Dyah Balitung (sekitar tahun 890-900 M).
Prasasti Pucangan juga menyebutkan seorang raja bernama Dharmawangsa Teguh, mertua sekaligus kerabat Airlangga. Para sejarawan cenderung sepakat bahwa Dharmawangsa Teguh merupakan putra Makutawangsawardhana.
Prasasti Sirah Keting memperkuat pendapat dengan menyebut Dharmawangsa Teguh dengan nama Sri Maharaja Isyana Dharmawangsa. Dengan demikian, Dharmawangsa dapat dipastikan sebagai keturunan Mpu Sindok, meskipun Prasasti Pucangan tidak menyebutnya dengan pasti.
Adapun anggota Dinasti Isyana, antara lain sebagai berikut. Sri Maharaja Rake Hino Sri Isyana Wikramadharmottunggadewa, Sri Isyanatunggawijaya (istri Sri Lokapala, Bali), Sri Makutawangsawardhana, Dharmawangsa Teguh, yang juga pernah jadi Raja Mataram era Jawa Timur.
Lihat Juga :