Melepas Penat di Wisata Situs Kuno Mataram Tomboan Ngawonggo Malang

Minggu, 26 Mei 2024 - 08:42 WIB
Baca Juga: 10 Tahun Lebih Jalan Menuju Wisata Malang Selatan Rusak Tak Ada Perhatian

Tomboan Ngawonggo memadukan situs budaya berupa petirtaan dan yoni peninggalan Mpu Sindok dari masa Kerajaan Mataram Kuno dengan suasana pedesaan yang asri di bawah pepohonan bambu. Suasana yang sejuk dan kuliner khas pedesaan dijamin mampu menyegarkan pikiran dan tenaga dari rutinitas sehari-hari.

Pengelola Rahmat Yasin menjelaskan bahwa situs kuno Ngawonggo berupa petirtaan dan yoni telah lama ada, tetapi baru disadari sebagai peninggalan bersejarah pada 24 April 2017 setelah ia dan teman-temannya memotret dan mengunggahnya di media sosial. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur kemudian melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa situs tersebut merupakan peninggalan Mpu Sindok. Petirtaan itu kemudian dikelola warga dan dibersihkan untuk dijadikan tempat wisata.

"Awalnya ada situs, Situs Ngawonggo. Situs ini berupa petirtaan yang diketahui sudah turun-temurun oleh warga sini, tapi mereka tidak tahu dulu itu tempat apa. BPCB datang, meneliti, dan ternyata tempat ini adalah situs suci umat Hindu-Buddha. Kami kemudian membangun prasarana ini untuk menjamu para tamu yang datang ke petirtaan," ungkap Rahmat Yasin.

Nama Tomboan diambil dari bahasa Jawa yang berarti tumbuhan, mengingat bahan-bahan sajian makanan yang digunakan berasal dari tumbuhan dan alam sekitar Desa Ngawonggo. "Tomboan ini karena olahannya semua dari tumbuhan, jadi pakai tomboan dan situsnya Situs Ngawonggo," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!