Gelar Diskusi Publik, Unpas dan JSH Mitigasi Ancaman Hoaks di Pilkada Jabar
Kamis, 23 Mei 2024 - 13:03 WIB
Menurut Dedy, tantangan struktural ini butuh niat baik dari berbagai pihak untuk melibatkan pemuda melawan hoaks di media sosial.
Kedua, tantang kultural. Generasi muda ini kurang kesadaran atau kemauan untuk melawan hoaks media sosial. Menurut riset, pemuda itu lebih terteraik dengan konten-konten kesenangan mereka, seperti entertaint, film, olahraga, kesehatan, musik. Tapi untuk konten politik, sosial, mereka kurang aware atau tidak peduli.
Seharusnya, kata Dedy, generasi muda lebih peduli dengan isu-isu politik. Padahal sekarang sudah banyak di medsos konten konten politik yang modelnya sangat muda dan dapat dipahami. Seperti video pendek, isinya lucu, banyak meme.
“Nah, generasi muda ini harus banyak melakukan gerakan seperti itu. Jika ada teman-teman yang sudah berbuat seperti itu bisa menularkan dan mengajak teman lainnya untuk melek politik,” lanjutnya.
Dedy menambahkan, dalam menghadapi resiko penyebaran hokas di Pilkada Jabar, generasi muda harus meningkatkan literasi digitalnya, bisa memilah dan memilih informasi, dan bisa mencari fakta sebenarnya.
“Kegiatan itu yang harus dibikin komitmen anak muda, kalau itu tidak dilakukan, mereka cuek dan bisa berkontribusi menyebarkan hoaks,” tegasnya.
Kedua, tantang kultural. Generasi muda ini kurang kesadaran atau kemauan untuk melawan hoaks media sosial. Menurut riset, pemuda itu lebih terteraik dengan konten-konten kesenangan mereka, seperti entertaint, film, olahraga, kesehatan, musik. Tapi untuk konten politik, sosial, mereka kurang aware atau tidak peduli.
Seharusnya, kata Dedy, generasi muda lebih peduli dengan isu-isu politik. Padahal sekarang sudah banyak di medsos konten konten politik yang modelnya sangat muda dan dapat dipahami. Seperti video pendek, isinya lucu, banyak meme.
“Nah, generasi muda ini harus banyak melakukan gerakan seperti itu. Jika ada teman-teman yang sudah berbuat seperti itu bisa menularkan dan mengajak teman lainnya untuk melek politik,” lanjutnya.
Dedy menambahkan, dalam menghadapi resiko penyebaran hokas di Pilkada Jabar, generasi muda harus meningkatkan literasi digitalnya, bisa memilah dan memilih informasi, dan bisa mencari fakta sebenarnya.
“Kegiatan itu yang harus dibikin komitmen anak muda, kalau itu tidak dilakukan, mereka cuek dan bisa berkontribusi menyebarkan hoaks,” tegasnya.
Lihat Juga :