Bacok Mahasiswa, Anggota Gangster Dapat Hadiah Timah Panas
Senin, 13 Mei 2024 - 21:34 WIB
Pelaku pembacokan terhadap seorang mahasiswa Andika Indra di Jalan Raya Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Sabtu, 11 Mei 2024 dapat hadiah timah panas dari polisi. Foto/Putra Ramadhani Astyawan
BOGOR - Pelaku pembacokan terhadap seorang mahasiswa Andika Indra di Jalan Raya Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Sabtu, 11 Mei 2024 dapat hadiah timah panas dari polisi. Kaki tersangka berinisial RJ (27) yang merupakan anggota gangster itu terpaksa ditembak polisi karena melawan saat akan ditangkap.
Pantauan MNC Portal, tersangka berinisial RJ digiring dari ruang tahanan menuju kegiatan konferensi pers di lobi Polresta Bogor Kota. Terlihat, tersangka berjalan pincang karena kedua kakinya di bagian betis diberi hadiah timah panas oleh polisi.
“Pelaku melawan petugas, kita beri tindakan tegas terukur di kedua kakinya timah panas,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan, Senin (13/5/2024).
RJ merupakan tersangka utama yang membacok Andika Indra. "Saat itu dari pelaku yang merupakan bagian kelompok Surken Street berupaya mengejar kelompok TOM di malam hari. Berbondong-bondong menggunakan motor kurang lebih 20 orang membawa sajam berteriak-teriak 'hayo-hayo' kemudian korban kaget dan berhenti dikejar kemudian dibacok. Sempat terjatuh korban dikejar lagi oleh pelaku, dibacok lagi," jelas Bismo.
Pantauan MNC Portal, tersangka berinisial RJ digiring dari ruang tahanan menuju kegiatan konferensi pers di lobi Polresta Bogor Kota. Terlihat, tersangka berjalan pincang karena kedua kakinya di bagian betis diberi hadiah timah panas oleh polisi.
“Pelaku melawan petugas, kita beri tindakan tegas terukur di kedua kakinya timah panas,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso kepada wartawan, Senin (13/5/2024).
RJ merupakan tersangka utama yang membacok Andika Indra. "Saat itu dari pelaku yang merupakan bagian kelompok Surken Street berupaya mengejar kelompok TOM di malam hari. Berbondong-bondong menggunakan motor kurang lebih 20 orang membawa sajam berteriak-teriak 'hayo-hayo' kemudian korban kaget dan berhenti dikejar kemudian dibacok. Sempat terjatuh korban dikejar lagi oleh pelaku, dibacok lagi," jelas Bismo.
Lihat Juga :