Cerita Korban Selamat Banjir Bandang di Agam, Lolos dari Maut setelah Dengar Gemuruh Batu
Senin, 13 Mei 2024 - 20:58 WIB
Suara gemuruh bebatuan dari arah gunung membuat penghuni rumah sadar akan bahaya yang akan datang hingga dapat cepat menyelamatkan diri dan keluarga.
“Sebelum kejadian itu ada tanda-tanda terdengar suara gemuruh batu-batu beradu begitu. Saya buka pintu ternyata air besar jadi saya selamatkan anak dan istri keluar ke rumah sebelah,” katanya, Senin (13/5/2024).
Banjir lahar dingin atau galodo dari Gunung Marapi meluluhlantakkan permukiman warga di Kabupaten Agam. Material banjir berupa batu bercampur lumpur dan kayu menghanyutkan rumah-rumah dan kendaraan warga.
“Setelah saya menyelamatkan anak dan istri, saya lalu keluar menelusuri sawah ternyata ada mayat. Malam itu ketemu mayat satu, lalu tadi pagi ketemu lagi satu mayat. Jadi disini sudah 2 mayat ditemukan,” katanya.
“Sebelum kejadian itu ada tanda-tanda terdengar suara gemuruh batu-batu beradu begitu. Saya buka pintu ternyata air besar jadi saya selamatkan anak dan istri keluar ke rumah sebelah,” katanya, Senin (13/5/2024).
Banjir lahar dingin atau galodo dari Gunung Marapi meluluhlantakkan permukiman warga di Kabupaten Agam. Material banjir berupa batu bercampur lumpur dan kayu menghanyutkan rumah-rumah dan kendaraan warga.
“Setelah saya menyelamatkan anak dan istri, saya lalu keluar menelusuri sawah ternyata ada mayat. Malam itu ketemu mayat satu, lalu tadi pagi ketemu lagi satu mayat. Jadi disini sudah 2 mayat ditemukan,” katanya.
Lihat Juga :