Positip Covid-19 di Sragen Meledak hingga 29 Kasus
Selasa, 18 Agustus 2020 - 16:01 WIB
Tepat di hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 Senin (17/8), kasus positif Covid-19 meledak. Foto SINDOnews
SRAGEN - Kekhawatiran atas sikap masa bodoh masyarakat yang enggan memakai masker dan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 terjadi. Tepat di hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 Senin (17/8), kasus positif Covid-19 meledak. Dalam sehari dilaporkan 29 Kasus positif Covid-19 baru.
Ledakan kasus Covid-19 ini menjadi yang terbesar di Kabupaten Sragen dalam Sehari. Saat ini sudah ada 148 kasus dari sehari sebelumnya 119 Kasus. Dengan ini ada 37 orang diwajibkan melakukan karantina, sementara 9 orang dirawat. Ada 93 orang berhasil sembuh dan 9 orang meninggal dengan penyakit penyerta. (Baca: Bertambah 7, Warga Sragen Positif Covid-19 Kini Jadi 18 Orang )
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Hargiyanto menegaskan memang terjadi lonjakan kasus. ”Data itu benar, tidak salah ketik memang ada lonjakan kasus dalam sehari,” terangnya saat dikonformasi.
Hargiyanto menjelaskan lonjakan itu berasal dari hasil penelusuran kontak pasien yang positif sebelumnya. Dia menerangkan terjadi transmisi lokal setelah mereka yang dinyatakan positif ini melakukan kontak erat dengan pasien positif sebelumnya. ”Hasil tracking dari mereka yang sudah dinyatakan positif sebelumnya,” terangnya.
Ledakan kasus Covid-19 ini menjadi yang terbesar di Kabupaten Sragen dalam Sehari. Saat ini sudah ada 148 kasus dari sehari sebelumnya 119 Kasus. Dengan ini ada 37 orang diwajibkan melakukan karantina, sementara 9 orang dirawat. Ada 93 orang berhasil sembuh dan 9 orang meninggal dengan penyakit penyerta. (Baca: Bertambah 7, Warga Sragen Positif Covid-19 Kini Jadi 18 Orang )
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen dr. Hargiyanto menegaskan memang terjadi lonjakan kasus. ”Data itu benar, tidak salah ketik memang ada lonjakan kasus dalam sehari,” terangnya saat dikonformasi.
Hargiyanto menjelaskan lonjakan itu berasal dari hasil penelusuran kontak pasien yang positif sebelumnya. Dia menerangkan terjadi transmisi lokal setelah mereka yang dinyatakan positif ini melakukan kontak erat dengan pasien positif sebelumnya. ”Hasil tracking dari mereka yang sudah dinyatakan positif sebelumnya,” terangnya.
Lihat Juga :