Kisah Perjanjian Giyanti Bikin Pangeran Singosari Murka ke Sultan Hamengkubuwono I
Sabtu, 27 April 2024 - 07:39 WIB
Hal itu dikutip dari “Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Riwayat Raden Ronggo Prawirodirjo III dari Madiun, sekitar 1779 – 1810”. Setelah Perjanjian Giyanti, dia tidak mau tunduk kepada sultan maupun sunan.
Agar lebih efektif, dia pergi ke Malang bersama anaknya yang bergelar raden mas. Di Malang, Pangeran Singosari bersekutu dengan bupati setempat, Raden Tumenggung Malayakusuma, yang saudara perempuannya dia nikahi.
Sebenarnya, Sultan Hamengkubuwono I dan Sunan Pakubuwono III sudah tidak berminat memerangi Pangeran Singosari. Namun, mereka tetap berupaya agar sang pangeran bisa menyerahkan diri.
Baca Juga: Ramalan Ranggawarsita tentang Pemimpin Indonesia, dari Soekarno hingga Satria Pinandita Sinisihan Wahyu
Sultan telah beberapa kali mengirimkan utusannya membujuk Pangeran Singosari agar menyerah.Dia juga berjanji akan memberikan penghidupan yang baik, bagi Singosari di Ibu Kota kesultanan.
Ajakan beberapa kali dari sultan tersebut rupanya tidak menggoyahkan Pangeran Singosari untuk terus berjuang melakukan perlawanan hingga darah penghabisan. Berdasarkan sumber lokal Perdikan-Pesantren Tegalsari yang telah berdiri sejak 1742.
Sultan Hamengkubuwono I meminta pendapat dari salah seorang pejabatnya yang berpangkat tumenggung guna menangkap Pangeran Singosari. Sang tumenggung memberikan saran agar sultan mengirim perintah untuk meminta bantuan kepada Kiai Ageng Muhammad Besari
Agar lebih efektif, dia pergi ke Malang bersama anaknya yang bergelar raden mas. Di Malang, Pangeran Singosari bersekutu dengan bupati setempat, Raden Tumenggung Malayakusuma, yang saudara perempuannya dia nikahi.
Sebenarnya, Sultan Hamengkubuwono I dan Sunan Pakubuwono III sudah tidak berminat memerangi Pangeran Singosari. Namun, mereka tetap berupaya agar sang pangeran bisa menyerahkan diri.
Baca Juga: Ramalan Ranggawarsita tentang Pemimpin Indonesia, dari Soekarno hingga Satria Pinandita Sinisihan Wahyu
Sultan telah beberapa kali mengirimkan utusannya membujuk Pangeran Singosari agar menyerah.Dia juga berjanji akan memberikan penghidupan yang baik, bagi Singosari di Ibu Kota kesultanan.
Ajakan beberapa kali dari sultan tersebut rupanya tidak menggoyahkan Pangeran Singosari untuk terus berjuang melakukan perlawanan hingga darah penghabisan. Berdasarkan sumber lokal Perdikan-Pesantren Tegalsari yang telah berdiri sejak 1742.
Sultan Hamengkubuwono I meminta pendapat dari salah seorang pejabatnya yang berpangkat tumenggung guna menangkap Pangeran Singosari. Sang tumenggung memberikan saran agar sultan mengirim perintah untuk meminta bantuan kepada Kiai Ageng Muhammad Besari
Lihat Juga :