Peringati HKG PKK ke-52, Pj Gubernur Jatim: Laksanakan 10 Program Pokok PKK untuk Dukung Pembangunan
Jum'at, 19 April 2024 - 14:18 WIB
"Saat ini kita masih harus terus mengatasi permasalahan penting yaitu stunting. Berdasarkan hasil survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di indonesia berada pada angka 21,6 persen atau turun sebesar 2,8 persen dibandingkan prevalensi 2021 sebesar 24,4 persen. Ini tumpuannya ada pada PKK," tuturnya.
Adhy menambahkan, TP PKK Jatim berhasil mempercepat penurunan stunting.
"TP PKK Jatim berhasil mempercepat penurunan ini, sehingga kita bisa berada di bawah rata-rata nasional. Jumlah ini harus terus kita tekan lagi, utamanya melalui sinergi antara TP PKK Jatim dengan berbagai dinas terkait dan Pemprov Jatim," ujarnya.
Selain itu, diiringi juga dengan penurunan angka pernikahan dini, di mana pada 2021 di Jatim sebesar 10,44 persen, 2022 tercatat 9,46 persen, dan tahun 2023 sebesar 8,86 persen.
"Kita harus menekan terus angka ini, tetapi ini sudah menjadi bukti bahwa Kader PKK Jatim terus melakukan berbagai upaya pemberdayaan keluarga, edukasi terhadap perempuan, serta meningkatkan kualitas pola asuh anak dan remaja dalam rumah tangga," ucapnya.
Pj Gubernur Adhy juga memberikan acungan jempol kepada para kader PKK Jatim atas kepeduliannya membangun kesadaran atas kekerasan dalam rumah tangga, bela negara, dan bidang pola asuh.
"Kami harapkan TP PKK Jatim dapat terus bersinergi dengan berbagai perangkat daerah terkait untuk berbagai program kerjanya, termasuk pencegahan dan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, juga untuk meningkatkan kesadaran bela negara," tuturnya.
Di akhir acara, dia menyampaikan selamat memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52 sekaligus menyampaikan harapannya atas kemajuan Jatim yang didukung oleh TP PKK Provinsi Jatim.
Adhy menambahkan, TP PKK Jatim berhasil mempercepat penurunan stunting.
"TP PKK Jatim berhasil mempercepat penurunan ini, sehingga kita bisa berada di bawah rata-rata nasional. Jumlah ini harus terus kita tekan lagi, utamanya melalui sinergi antara TP PKK Jatim dengan berbagai dinas terkait dan Pemprov Jatim," ujarnya.
Selain itu, diiringi juga dengan penurunan angka pernikahan dini, di mana pada 2021 di Jatim sebesar 10,44 persen, 2022 tercatat 9,46 persen, dan tahun 2023 sebesar 8,86 persen.
"Kita harus menekan terus angka ini, tetapi ini sudah menjadi bukti bahwa Kader PKK Jatim terus melakukan berbagai upaya pemberdayaan keluarga, edukasi terhadap perempuan, serta meningkatkan kualitas pola asuh anak dan remaja dalam rumah tangga," ucapnya.
Pj Gubernur Adhy juga memberikan acungan jempol kepada para kader PKK Jatim atas kepeduliannya membangun kesadaran atas kekerasan dalam rumah tangga, bela negara, dan bidang pola asuh.
"Kami harapkan TP PKK Jatim dapat terus bersinergi dengan berbagai perangkat daerah terkait untuk berbagai program kerjanya, termasuk pencegahan dan penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, juga untuk meningkatkan kesadaran bela negara," tuturnya.
Di akhir acara, dia menyampaikan selamat memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52 sekaligus menyampaikan harapannya atas kemajuan Jatim yang didukung oleh TP PKK Provinsi Jatim.
Lihat Juga :