Alissa Wahid Anggap Pencalonan Gibran Cederai Integritas Pemilu
Jum'at, 09 Februari 2024 - 17:42 WIB
Alissa Wahid menyebut proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden mencederai integritas pemilu. Foto/Yohanes Demo.
BANTUL - Koordinator Gusdurian Indonesia, Alissa Wahid , menilai proses penetapan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden telah mencederai integritas pemilu. Menurut dia, pencalonan Gibran itu sudah merusak etika dan moral bernegara.
Keputusan DKPP tentang pelanggaran etika KPU serta hasil sidang MK adalah bukti kuat sebagai penyalahgunaan wewenang. Hal itu, menurut Alissa adalah sebagai perusak integritas pemilu dan demokrasi Indonesia.
“Ini perlu dicatat sebagai sesuatu yang telah mencederai integritas pemilu itu sendiri," kata Alissa saat pernyataan sikap jaringan Gusdurian Indonesia terkait kondisi dan situasi politik Pemilu 2024 di Griya Gusdurian, Banguntapan, Bantul, DIY, Jumat (9/2/2024).
Baca juga; Partai Perindo: Barisan Gusdurian Kini Jadi Pendukung Ganjar-Mahfud
Meskipun demikian, Alissa memilih realistis karena secara legitimasi hukum status putra sulung Presiden Joko Widodo itu tersebut tidak bisa diubah. “Keputusan-keputusan itu memang tidak bisa dicabut, kita realistis terhadap hal itu,” ucapnya.
Oleh karena itu, dia berharap praktik buruk yang dilakukan penyelenggara negara tidak terulang kembali dalam pemilu-pemilu yang akan datang. “Kalau ini terjadi terus, maka legitimasi pemilu akan dipertanyakan dan itu akan menciptakan ketidakstabilan," tuturnya.
Keputusan DKPP tentang pelanggaran etika KPU serta hasil sidang MK adalah bukti kuat sebagai penyalahgunaan wewenang. Hal itu, menurut Alissa adalah sebagai perusak integritas pemilu dan demokrasi Indonesia.
“Ini perlu dicatat sebagai sesuatu yang telah mencederai integritas pemilu itu sendiri," kata Alissa saat pernyataan sikap jaringan Gusdurian Indonesia terkait kondisi dan situasi politik Pemilu 2024 di Griya Gusdurian, Banguntapan, Bantul, DIY, Jumat (9/2/2024).
Baca juga; Partai Perindo: Barisan Gusdurian Kini Jadi Pendukung Ganjar-Mahfud
Meskipun demikian, Alissa memilih realistis karena secara legitimasi hukum status putra sulung Presiden Joko Widodo itu tersebut tidak bisa diubah. “Keputusan-keputusan itu memang tidak bisa dicabut, kita realistis terhadap hal itu,” ucapnya.
Oleh karena itu, dia berharap praktik buruk yang dilakukan penyelenggara negara tidak terulang kembali dalam pemilu-pemilu yang akan datang. “Kalau ini terjadi terus, maka legitimasi pemilu akan dipertanyakan dan itu akan menciptakan ketidakstabilan," tuturnya.
Lihat Juga :