Pemberian Bansos Covid-19 dari Kemensos Molor, Airin Lakukan Ini untuk Warga Tangsel
Kamis, 30 April 2020 - 17:36 WIB
Adapun, intervensi bansos yang dicairkan ke 10 ribu penerima itu, bukan berasal dari APBD Tangsel. Melainkan dari berbagai bantuan yang mulai banyak diterima Pemkot Tangsel. "Salah satunya bantuan dari BRI, dari pihak Kemenkumham, beberapa program Baznas juga sudah menyiapkan 3.000 bantuan sembako, dan juga ASN kita ada program sedekah 1 ASN 1 paket sembako," ujarnya.
Bansos Covid-19 merupakan bantuan yang tidak terencana. Kebijakan untuk memberi bantuan ini, baru ada setelah wabah Covid-19. Sedangkan sasaran untuk bantuan terencana, sudah diberikan jauh-jauh hari.
"Nah, bagaimana jika mereka bukan warga Tangsel, kita sedang rumuskan programnya. Untuk bansos yang telah direncanakan untuk lansia sudah cair, beberapa minggu lalu. Ini untuk yang tidak terencanakan," paparnya.
Namun demikian, kuota penerima bansos Covid-19 terus bertambah. Sementara warga yang sudah terdata sebelumnya, hingga kini banyak yang belum menerima bantuan. "Ada penambahan kuota dari kementerian dan Provinsi Banten. Jika pihak RT/RW yang telah mengusulkan ke kelurahan dan masuk ke dinas sosial, maka Disdukcapil dan Inspektorat akan terlibat di situ," tambahnya.
Berdasarkan kuota tambahan itu, penerima bansos dari Kemensos di Tangsel menjadi sekira 70 KK. Adapun nilai yang didapat penerima bansos masing-masing Rp600.000."Provinsi juga mengeluarkan kebijakan. Kita mendapatkan kuota sekitar 20 ribuan KK, yang baru kita setorkan 10 ribuan KK. Masih on proses dan itu sudah diterima, dan sedang tahap untuk membuat ATM-nya," ucapnya.
Bansos Covid-19 merupakan bantuan yang tidak terencana. Kebijakan untuk memberi bantuan ini, baru ada setelah wabah Covid-19. Sedangkan sasaran untuk bantuan terencana, sudah diberikan jauh-jauh hari.
"Nah, bagaimana jika mereka bukan warga Tangsel, kita sedang rumuskan programnya. Untuk bansos yang telah direncanakan untuk lansia sudah cair, beberapa minggu lalu. Ini untuk yang tidak terencanakan," paparnya.
Namun demikian, kuota penerima bansos Covid-19 terus bertambah. Sementara warga yang sudah terdata sebelumnya, hingga kini banyak yang belum menerima bantuan. "Ada penambahan kuota dari kementerian dan Provinsi Banten. Jika pihak RT/RW yang telah mengusulkan ke kelurahan dan masuk ke dinas sosial, maka Disdukcapil dan Inspektorat akan terlibat di situ," tambahnya.
Berdasarkan kuota tambahan itu, penerima bansos dari Kemensos di Tangsel menjadi sekira 70 KK. Adapun nilai yang didapat penerima bansos masing-masing Rp600.000."Provinsi juga mengeluarkan kebijakan. Kita mendapatkan kuota sekitar 20 ribuan KK, yang baru kita setorkan 10 ribuan KK. Masih on proses dan itu sudah diterima, dan sedang tahap untuk membuat ATM-nya," ucapnya.
(hab)
Lihat Juga :