Kisah Keperkasaan Kebo Iwa yang Bikin Kocar-kacir Pasukan Majapahit
Kamis, 04 Januari 2024 - 07:04 WIB
Fakta keberadaan Kerajaan Bali tersebut dapat ditemukan melalui bukti-bukti sejarah. Salah satunya adalah Prasasti Blanjong Sanur berangka tahun 836, yang menuliskan tentang nama-nama raja pada saat itu. Mengenai sejarah Kerajaan Bali tidak dapat dilepaskan dengan masa kejayaan dan masa keruntuhannya.
Kerajaan Bali memiliki pusat pemerintahan pertama kalinya di Singhamandawa dan didirikan oleh Sri Ugranesa. Semasa pemerintahan Dharmodayana, Kerajaan Bali mengalami masa kejayaan. Sistem pemerintahan menjadi semakin jelas.
Hubungan antara Kerajaan Bali dengan Kerajaan di Jawa semakin akrab dan dinamis sebagaimana dinukil dari "Hitam Putih Mahapatih Gajah Mada". Hal itu setelah Dharmodayana mengawinkan Udayana dengan Mahendradatta, putri dari Makutawangsawardhana yang berasal dari Dinasti Isyana.
Makutawangsawardhana kala itu berkuasa di Kerajaan Medang periode Jawa Timur. Suatu ketika Kerajaan Bali memiliki seorang patih sakti mandraguna yang bernama Kebo Iwa. Karena kesaktian sang patih, Kerajaan Bali semakin tersohor dan kuat hingga tidak mudah untuk ditaklukkan oleh kerajaan- kerajaan lain.
Bahkan oleh Kerajaan Majapahit di bawah Mahapatih Gajah Mada yang waktu itu ingin menaklukkan Bali demi mewujudkan Sumpah Palapa. Sayang Kebo Iwa tak dapat ditaklukkan melalui perang tanding. Hal ini membuat Gajah Mada harus menyusun strategi jitu.
Gajah Mada mengundang Kebo Iwa untuk datang di Pulau Jawa. Setiba di Pulau Jawa, Kebo Iwa diminta oleh Gajah Mada untuk membuat sumur. Selagi Kebo Iwa menggali Sumur, Gajah Mada memerintahkan pada pasukan Majapahit untuk menimbun Patih Bali itu dengan tanah bercampur batu-batu.
Kerajaan Bali memiliki pusat pemerintahan pertama kalinya di Singhamandawa dan didirikan oleh Sri Ugranesa. Semasa pemerintahan Dharmodayana, Kerajaan Bali mengalami masa kejayaan. Sistem pemerintahan menjadi semakin jelas.
Hubungan antara Kerajaan Bali dengan Kerajaan di Jawa semakin akrab dan dinamis sebagaimana dinukil dari "Hitam Putih Mahapatih Gajah Mada". Hal itu setelah Dharmodayana mengawinkan Udayana dengan Mahendradatta, putri dari Makutawangsawardhana yang berasal dari Dinasti Isyana.
Makutawangsawardhana kala itu berkuasa di Kerajaan Medang periode Jawa Timur. Suatu ketika Kerajaan Bali memiliki seorang patih sakti mandraguna yang bernama Kebo Iwa. Karena kesaktian sang patih, Kerajaan Bali semakin tersohor dan kuat hingga tidak mudah untuk ditaklukkan oleh kerajaan- kerajaan lain.
Bahkan oleh Kerajaan Majapahit di bawah Mahapatih Gajah Mada yang waktu itu ingin menaklukkan Bali demi mewujudkan Sumpah Palapa. Sayang Kebo Iwa tak dapat ditaklukkan melalui perang tanding. Hal ini membuat Gajah Mada harus menyusun strategi jitu.
Gajah Mada mengundang Kebo Iwa untuk datang di Pulau Jawa. Setiba di Pulau Jawa, Kebo Iwa diminta oleh Gajah Mada untuk membuat sumur. Selagi Kebo Iwa menggali Sumur, Gajah Mada memerintahkan pada pasukan Majapahit untuk menimbun Patih Bali itu dengan tanah bercampur batu-batu.
Lihat Juga :