Tutup Tahun 2023, Inflasi Jakarta Alami Kenaikan
Rabu, 03 Januari 2024 - 20:18 WIB
"Meningkatnya inflasi pada kelompok tersebut terutama disebabkan kenaikan harga komoditas cabai merah, daging ayam ras, rokok putih, dan beras," katanya.
Kenaikan harga komoditas cabai merah dan beras didorong turunnya produktivitas di wilayah sentra akibat gangguan cuaca dan terbatasnya pasokan akibat mundurnya masa panen raya padi sebagai dampak dari El Nino di tengah meningkatnya permintaan jelang akhir tahun.
Sementara kenaikan harga daging ayam ras didorong meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Adapun kenaikan harga rokok putih didorong kenaikan tarif cukai rokok sebesar 10%. Selanjutnya, kelompok transportasi pada Desember 2023 tercatat inflasi sebesar 0,84% (mtm) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (0,13% mtm).
Menurut Arlyana, meningkatnya inflasi pada kelompok tersebut terutama didorong kenaikan harga angkutan udara seiring tingginya permintaan masyarakat memasuki masa libur sekolah dan menjelang Nataru.
Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya pada Desember 2023 tercatat inflasi sebesar 0,37% (mtm) sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (0,37% mtm).
"Tekanan inflasi pada kelompok tersebut terutama didorong masih berlanjutnya kenaikan harga pada komoditas emas perhiasan yang dipengaruhi kenaikan harga emas global," ucapnya.
Kenaikan harga komoditas cabai merah dan beras didorong turunnya produktivitas di wilayah sentra akibat gangguan cuaca dan terbatasnya pasokan akibat mundurnya masa panen raya padi sebagai dampak dari El Nino di tengah meningkatnya permintaan jelang akhir tahun.
Sementara kenaikan harga daging ayam ras didorong meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Adapun kenaikan harga rokok putih didorong kenaikan tarif cukai rokok sebesar 10%. Selanjutnya, kelompok transportasi pada Desember 2023 tercatat inflasi sebesar 0,84% (mtm) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya (0,13% mtm).
Menurut Arlyana, meningkatnya inflasi pada kelompok tersebut terutama didorong kenaikan harga angkutan udara seiring tingginya permintaan masyarakat memasuki masa libur sekolah dan menjelang Nataru.
Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya pada Desember 2023 tercatat inflasi sebesar 0,37% (mtm) sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya (0,37% mtm).
"Tekanan inflasi pada kelompok tersebut terutama didorong masih berlanjutnya kenaikan harga pada komoditas emas perhiasan yang dipengaruhi kenaikan harga emas global," ucapnya.
Lihat Juga :