Momen Epik Raja Jayakatwang Patahkan Gempuran Pasukan Majapahit, Madura dan Mongol
Minggu, 31 Desember 2023 - 09:02 WIB
Sebagaimana dikutip dari "Arya Wiraraja dan Lamajang Tigang Juru" dari Mansur Hidayat, Pasukan Kediri itu sebagian besar yang melarikan diri ke induk pasukan yang ada di Kediri. Ternyata di Ibu Kota kerajaan kekuatan pasukan cukup besar.
Hal ini yang sempat tak diprediksi oleh Raden Wijaya dan dua pemimpin pasukan baik dari Mongol dan Madura. Pasukan Jayakatwang berusaha untuk mempertahankan kotanya.
Pada 19 Maret 1293 ketiga pasukan Mongol bertemu di pinggiran Kota Kediri menyusun strategi serangan yang sangat menentukan.
Baca Juga: Kisah Raden Wijaya Menyulap Hutan Belantara Trowulan Jadi Pusat Kerajaan Majapahit
Pada tanggal 20 Maret 1293, pagi hari terdengarlah suara kentongan bertalu-talu pertanda perang antara pasukan Mongol dan pasukan Kediri dimulai.
Serangan besar-besaran itu berlangsung sampai 3 kali karena pasukan Kediri sudah siap berperang habis-habisan mempertahankan kotanya. Kebo Mundarang, Panglet, dan Kebo Rubuh yang menjaga Kota Kediri dari sebelah timur berhadapan dengan pasukan Mongol.
Hal ini yang sempat tak diprediksi oleh Raden Wijaya dan dua pemimpin pasukan baik dari Mongol dan Madura. Pasukan Jayakatwang berusaha untuk mempertahankan kotanya.
Pada 19 Maret 1293 ketiga pasukan Mongol bertemu di pinggiran Kota Kediri menyusun strategi serangan yang sangat menentukan.
Baca Juga: Kisah Raden Wijaya Menyulap Hutan Belantara Trowulan Jadi Pusat Kerajaan Majapahit
Pada tanggal 20 Maret 1293, pagi hari terdengarlah suara kentongan bertalu-talu pertanda perang antara pasukan Mongol dan pasukan Kediri dimulai.
Serangan besar-besaran itu berlangsung sampai 3 kali karena pasukan Kediri sudah siap berperang habis-habisan mempertahankan kotanya. Kebo Mundarang, Panglet, dan Kebo Rubuh yang menjaga Kota Kediri dari sebelah timur berhadapan dengan pasukan Mongol.
Lihat Juga :