Kisah Jaka Tingkir Keturunan Bupati di Majapahit, dari Lurah hingga Jadi Sultan Pajang Pertama
Selasa, 26 Desember 2023 - 07:20 WIB
Baca Juga: Kisah Jaka Tingkir Menaklukan Puluhan Buaya saat Menuju Demak
Kemudian Jaka Tingkir dipungut oleh Nyi Janda Tingkir, bekas istri Ki Ageng Tingkir, saudara sepupu Ki Ageng Pengging. Konon kedua-duanya berguru pada Syaikh Siti Jenar. Ia dibesarkan di Desa Tingkir oleh janda Ki Ageng Tingkir, ia dikenal dengan nama Jaka Tingkir.
Setelah dewasa, Jaka Tingkir mengabdi pada sultan Demak yang ketiga, yakni Pangeran Trenggana, dengan perantaraan Kyai Ganjur. Berkat kecakapan dan kebagusan rupanya, Jaka Tingkir dijadikan lurah prajurit tamtama dan diakui sebagai putra pungut sultan Demak. la diizinkan masuk-keluar istana. Keperwiraannya luar biasa. Karenanya, ia menjadi agak sombong.
Selama mengabdi pada Sri Sultan, ia satu kali membuat kesalahan besar, karena ia membunuh Dadung Awuk dari Kedu yang berniat masuk prajurit tamtama. Dadung Awuk terkenal keperwiraanya, tetapi rupanya jelek. Rupa yang jelek itu menimbulkan rasa tidak senang pada Jaka Tingkir. Akibat kesalahan itu Jaka Tingkir dipecat dari jabatannya lalu mengembara. Namun, kemudian ia berhasil kembali mengabdi di Demak dan akhirnya diambil menantu oleh sultan Trenggana.
Dalam Babad Tanah Jawi, diceritakan bahwa setelah Arya Penangsang Jipang berhasil membunuh Sunan Prawata, ia berhasil pula menyirnakan Pangeran Kalinyamat, ipar Sunan Prawata. Pangeran Kalinyamat membela kematian iparnya. Sebagai protes terhadap kelakuan Arya Penangsang, janda Pangeran Kalinyamat bertapa telanjang di gunung Danaraja. Ia tidak akan berhenti bertapa sebelum Arya Penangsang Jipang berhasil dibunuh.
Kemudian Jaka Tingkir dipungut oleh Nyi Janda Tingkir, bekas istri Ki Ageng Tingkir, saudara sepupu Ki Ageng Pengging. Konon kedua-duanya berguru pada Syaikh Siti Jenar. Ia dibesarkan di Desa Tingkir oleh janda Ki Ageng Tingkir, ia dikenal dengan nama Jaka Tingkir.
Setelah dewasa, Jaka Tingkir mengabdi pada sultan Demak yang ketiga, yakni Pangeran Trenggana, dengan perantaraan Kyai Ganjur. Berkat kecakapan dan kebagusan rupanya, Jaka Tingkir dijadikan lurah prajurit tamtama dan diakui sebagai putra pungut sultan Demak. la diizinkan masuk-keluar istana. Keperwiraannya luar biasa. Karenanya, ia menjadi agak sombong.
Selama mengabdi pada Sri Sultan, ia satu kali membuat kesalahan besar, karena ia membunuh Dadung Awuk dari Kedu yang berniat masuk prajurit tamtama. Dadung Awuk terkenal keperwiraanya, tetapi rupanya jelek. Rupa yang jelek itu menimbulkan rasa tidak senang pada Jaka Tingkir. Akibat kesalahan itu Jaka Tingkir dipecat dari jabatannya lalu mengembara. Namun, kemudian ia berhasil kembali mengabdi di Demak dan akhirnya diambil menantu oleh sultan Trenggana.
Dalam Babad Tanah Jawi, diceritakan bahwa setelah Arya Penangsang Jipang berhasil membunuh Sunan Prawata, ia berhasil pula menyirnakan Pangeran Kalinyamat, ipar Sunan Prawata. Pangeran Kalinyamat membela kematian iparnya. Sebagai protes terhadap kelakuan Arya Penangsang, janda Pangeran Kalinyamat bertapa telanjang di gunung Danaraja. Ia tidak akan berhenti bertapa sebelum Arya Penangsang Jipang berhasil dibunuh.
Lihat Juga :