Ibu dan Anak Tewas Jadi Korban Erupsi Gunung Marapi, Momen Terakhir di Puncak Bikin Haru
Rabu, 06 Desember 2023 - 20:38 WIB
Ibu dan anak, Novita Intan Sari (39), dan Wahlul Alde Putra (19) tewas dalam letusan Gunung Marapi, Sumatera Barat. Jenazah keduanya berhasil teridentifikasi. Foto/Tangkapan Layar
PADANG - Ibu dan anak, Novita Intan Sari (39), dan Wahlul Alde Putra (19) menjadi korban tewas dalam letusan Gunung Marapi, Sumatera Barat. Jenazah keduanya berhasil dievakuasi dan teridentifikasi.
Novita dan anaknya, Wahlul merupakan warga Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Baca juga: 22 Korban Erupsi Gunung Marapi Sudah Teridentifikasi, 1 Masih Dievakuasi
Momen terakhir ibu dan anak ini berada di Puncak Gunung Marapi sesaat sebelum erupsi atau letusan sempat viral setelah videonya beredar di media sosial. Sontak rekaman video tersebut membuat haru.
Keduanya dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya telah dibawa ke Kota Padang pada pada Rabu (6/12/2023) petang.
Mereka merupakan warga Kota Padang yang tinggal di Tabek Batu, Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah.
Sebelum terjebak dan menjadi korban dalam erupsi Gunung Mapari, Novita sempat berbagi momen pendakiannya melalui live facebook.
Baca juga: Ngeri! Puluhan Pendaki Terjebak saat Gunung Marapi Meletus
Dia terlihat bersama dua pendaki perempuan yang diduga adalah Yasirli Amri dan Zhafira Zahrim Febrina.
Yasirli juga menjadi salah satu korban meninggal. Sedangkan zhafira berhasil selamat namun mengalami luka serius.
Berdasarkan keterangan Nurhayati, kakak almarhumah, diketahu bahwa Novita dan anaknya Wahlul yang merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Padang.
"Wahlul memang pernah beberapa kali melakukan aktivitas naik gunung. Namun Novita baru kali ini mendampingi putranya ikut naik gunung," ujarnya.
Pendakian yang dilakukan ternyata berakhir tragis, keduanya tewas akibat erupsi Gunung Marapi.
Kedua korban usai diserahkan oleh pihak rumah sakit kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga di daerah Lubuk Minturun dengan posisi berdampingan.
Novita dan anaknya, Wahlul merupakan warga Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Baca juga: 22 Korban Erupsi Gunung Marapi Sudah Teridentifikasi, 1 Masih Dievakuasi
Momen terakhir ibu dan anak ini berada di Puncak Gunung Marapi sesaat sebelum erupsi atau letusan sempat viral setelah videonya beredar di media sosial. Sontak rekaman video tersebut membuat haru.
Keduanya dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya telah dibawa ke Kota Padang pada pada Rabu (6/12/2023) petang.
Mereka merupakan warga Kota Padang yang tinggal di Tabek Batu, Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah.
Sebelum terjebak dan menjadi korban dalam erupsi Gunung Mapari, Novita sempat berbagi momen pendakiannya melalui live facebook.
Baca juga: Ngeri! Puluhan Pendaki Terjebak saat Gunung Marapi Meletus
Dia terlihat bersama dua pendaki perempuan yang diduga adalah Yasirli Amri dan Zhafira Zahrim Febrina.
Yasirli juga menjadi salah satu korban meninggal. Sedangkan zhafira berhasil selamat namun mengalami luka serius.
Berdasarkan keterangan Nurhayati, kakak almarhumah, diketahu bahwa Novita dan anaknya Wahlul yang merupakan mahasiswa Politeknik Negeri Padang.
"Wahlul memang pernah beberapa kali melakukan aktivitas naik gunung. Namun Novita baru kali ini mendampingi putranya ikut naik gunung," ujarnya.
Pendakian yang dilakukan ternyata berakhir tragis, keduanya tewas akibat erupsi Gunung Marapi.
Kedua korban usai diserahkan oleh pihak rumah sakit kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga di daerah Lubuk Minturun dengan posisi berdampingan.
Identitas 22 Jenazah
Lihat Juga :