Sejarah dan Asal-usul Bitung, Kota Pelabuhan dan Industri yang Berkembang Pesat
Rabu, 29 November 2023 - 14:24 WIB
Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Bireuen, Kota Juang yang Pernah Jadi Ibu Kota Indonesia
Penduduk yang pertama memberikan nama Bitung adalah Dotu Hermanus Sompotan yang dalam bahasa daerah disebut dengan Tundu’an atau pemimpin. Ia adalah seorang perintis yang membuka sebuah huma atau ladang di kawasan yang terletak di tepian pantai.
Ia kemudian mendirikan sebuah gubuk di bawah pohon Bitung yang besar, yang menjadi tempat berteduh bagi para nelayan yang singgah atau berlindung dari gelombang laut.
Suatu ketika, seorang Dotu melihat banyak burung silih berganti hinggap di pohon Bitung. Ia berfirasat bahwa suatu waktu tempat ini akan didiami oleh banyak suku bangsa.
Firasatnya terbukti benar. Banyak pendatang yang menetap di Bitung, baik dari suku Tonsea, Sangir, Talaud, Maluku, Habibu, Papagami, maupun dari suku lainnya.
Pada tahun 1926, Theopilus Bawotong, Frederik Tidatu, dan Hendrik Dulok Kansil mewakili penghuni desa Bitung menghadap Hukum Besar Tonsea di Aermadidi. Mereka meminta agar Bitung menjadi sebuah negeri atau desa yang berdiri sendiri, terpisah dari Madidir.
Penduduk yang pertama memberikan nama Bitung adalah Dotu Hermanus Sompotan yang dalam bahasa daerah disebut dengan Tundu’an atau pemimpin. Ia adalah seorang perintis yang membuka sebuah huma atau ladang di kawasan yang terletak di tepian pantai.
Ia kemudian mendirikan sebuah gubuk di bawah pohon Bitung yang besar, yang menjadi tempat berteduh bagi para nelayan yang singgah atau berlindung dari gelombang laut.
Suatu ketika, seorang Dotu melihat banyak burung silih berganti hinggap di pohon Bitung. Ia berfirasat bahwa suatu waktu tempat ini akan didiami oleh banyak suku bangsa.
Firasatnya terbukti benar. Banyak pendatang yang menetap di Bitung, baik dari suku Tonsea, Sangir, Talaud, Maluku, Habibu, Papagami, maupun dari suku lainnya.
Pada tahun 1926, Theopilus Bawotong, Frederik Tidatu, dan Hendrik Dulok Kansil mewakili penghuni desa Bitung menghadap Hukum Besar Tonsea di Aermadidi. Mereka meminta agar Bitung menjadi sebuah negeri atau desa yang berdiri sendiri, terpisah dari Madidir.
Lihat Juga :