Forum Cipayung Medan Tolak Praktik Politik Dinasti dan Nepotisme

Rabu, 22 November 2023 - 11:57 WIB
Forum Cipayung Kota Medan diskusi publik bertema Lawan Politik Dinasti Selamatkan Demokrasi di Ketapang Rumah Kopi, Kota Medan, Selasa (21/11/2023). Foto/Dok. SINDOnews
MEDAN - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Cipayung Kota Medan menyampaikan pernyataan sikap terkait adanya politik dinasti yang terjadi sekarang ini. Mereka tegas menolak dan mengecam politik dinasti.

Forum ini digagas Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kota Medan. Ketua Umum HMI Cabang Kota Medan Ridho Fahrezy menilai, Presiden Jokowi secara nyata mempertontonkan politik dinasti dengan menyetujui putranya Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres Prabowo Subianto.



"Isu yang kita angkat hari ini adalah terkait politik dinasti, di mana kita bersepakat tadi dari hasil diskusi kita, kita ingin lawan politik dinasti dan selamatkan demokrasi . Hari ini sudah sampai tingkat nasional yang sangat vulgar dan sangat prihatin kita melihatnya," kata Ridho usai diskusi publik bertema Lawan Politik Dinasti Selamatkan Demokrasi di Ketapang Rumah Kopi, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Selasa (21/11/2023). Baca juga: Pakar Hukum Tata Negara: Demokrasi Indonesia Terancam Pascaputusan MK

Ridho menyebutkan, lembaga tinggi negara Mahkamah Konstitusi (MK) yang saat itu dipimpin Anwar Usman atau iparnya Presiden Jokowi telah dimanfaatkan untuk mengintervensi aturan terkait batas minimal usia cawapres. Dia menjelaskan seluruh rakyat, khususnya generasi milenial sangat dibolehkan berpartisipasi dalam Pemilu sebagai proses pendewasaan berdemokrasi.

Namun, Forum Cipayung Kota Medan mengecam keras pemanfaatan instrumen MK untuk memuluskan jalan bagi Gibran untuk maju dalam Pilpres 2024. Mereka tidak menyalahkan keinginan keluarga untuk melanjutkan generasi berikutnya untuk ke dalam politik atau mengisi posisi strategis.

”Tapi yang kita hari ini sayangkan ketika hadirnya politik dinasti tanpa jeda yang melanggengkan kekuasaan dengan memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang hari ini melibatkan unsur keluarga, saudara, kerabat sehingga tidak ada yang fair untuk berkompetisi," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!