Bebas dari Penjara, Mantan Pimpinan Intelijen Neo Jamaah Islamiyah Pulang ke Semarang
Senin, 20 November 2023 - 09:44 WIB
Beberapa petugas dari Polda Jateng, Polrestabes Semarang maupun Polsek Banyumanik termasuk dari TNI juga terlihat di sana.
Rekan yang dulu satu kasus dengannya, yakni Joko Priyono alias Karso (51) warga Lamper, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang tampak pula tiba di rumah Krisna.
“Kami ini beda loh dengan yang aksi-aksi (bom) itu. Kami juga berbaur, biasa dengan warga di lingkungan. Contohnya saya dulu waktu ditangkap warga itu malah pada kaget (tidak percaya). Wartawan nyari jeleknya saya di masyarakat nggak ada (karena aktif bermasyarakat, bersosialisasi),” kata Karso malam itu.
Baca Juga: Cegah Paham Radikalisme Berkembang, Kemenkumham Berharap Sel Napiter Dipisah
Karso sebelumnya ditangkap Densus 88 di Caruban, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur pada Selasa (14/5/2019). Sementara Krisna ditangkap di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (18/5/2019), alias tak lama setelah Karso ditangkap.
Di organisasi Neo JI, Karso dulunya memimpin Sasana. Sementara Krisna adalah Qoid Alwi, semacam kepala intelijen. Keduanya dulu menamatkan pendidikan S1 di Kota Semarang.Malam itu, Krisna banyak mengobrol.
Rekan yang dulu satu kasus dengannya, yakni Joko Priyono alias Karso (51) warga Lamper, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang tampak pula tiba di rumah Krisna.
“Kami ini beda loh dengan yang aksi-aksi (bom) itu. Kami juga berbaur, biasa dengan warga di lingkungan. Contohnya saya dulu waktu ditangkap warga itu malah pada kaget (tidak percaya). Wartawan nyari jeleknya saya di masyarakat nggak ada (karena aktif bermasyarakat, bersosialisasi),” kata Karso malam itu.
Baca Juga: Cegah Paham Radikalisme Berkembang, Kemenkumham Berharap Sel Napiter Dipisah
Karso sebelumnya ditangkap Densus 88 di Caruban, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur pada Selasa (14/5/2019). Sementara Krisna ditangkap di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (18/5/2019), alias tak lama setelah Karso ditangkap.
Di organisasi Neo JI, Karso dulunya memimpin Sasana. Sementara Krisna adalah Qoid Alwi, semacam kepala intelijen. Keduanya dulu menamatkan pendidikan S1 di Kota Semarang.Malam itu, Krisna banyak mengobrol.
Lihat Juga :