Sejarah dan Asal-usul Nama Tebing Tinggi, Berawal dari Pemukiman Datuk Bandar Kajum
Jum'at, 17 November 2023 - 13:58 WIB
Kerajaan Deli menguasai wilayah yang meliputi Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, dan sebagian Simalungun. Kerajaan ini juga sudah menjalin hubungan dagang dengan Belanda, Inggris, dan Aceh.
Wilayah Tebing Tinggi sebelum menjadi perkampungan adalah bagian dari wilayah Kerajaan Padang, yang merupakan bawahan Kerajaan Deli. Kerajaan Padang didirikan oleh Raja Padang, yang merupakan putra dari Raja Deli ke-3, Tuanku Panglima Perunggit.
Kerajaan Padang berpusat di Tanjung Beringin, yang sekarang masuk dalam wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. Kerajaan Padang memiliki wilayah yang meliputi Tanjung Beringin, Sei Rampah, Tebing Tinggi, dan sebagian Simalungun.
Sementara itu, asal-usul nama Tebing Tinggi dikaitkan dengan cerita Datuk Bandar Kajum, seorang bangsawan dari Bandar Simalungun, yang meninggalkan kampung halamannya pada tahun 1864. Ia bersama para penggawa dan inang pengasuhnya menyusuri sungai untuk mencari tempat tinggal baru.
Mereka sempat bermukim di Tanjung Marulak, yang sekarang masuk dalam wilayah Kecamatan Rambutan. Namun, karena terus diburu oleh tentara Kerajaan Raya, mereka memindahkan pemukimannya ke atas tebing yang tinggi.
Pemukiman Datuk Bandar Kajum ini yang diyakini sebagai cikal bakal nama Tebing Tinggi. Nama ini juga disebutkan dalam surat perjanjian antara Kerajaan Deli dengan Belanda pada tahun 1873.
Wilayah Tebing Tinggi sebelum menjadi perkampungan adalah bagian dari wilayah Kerajaan Padang, yang merupakan bawahan Kerajaan Deli. Kerajaan Padang didirikan oleh Raja Padang, yang merupakan putra dari Raja Deli ke-3, Tuanku Panglima Perunggit.
Kerajaan Padang berpusat di Tanjung Beringin, yang sekarang masuk dalam wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. Kerajaan Padang memiliki wilayah yang meliputi Tanjung Beringin, Sei Rampah, Tebing Tinggi, dan sebagian Simalungun.
Sementara itu, asal-usul nama Tebing Tinggi dikaitkan dengan cerita Datuk Bandar Kajum, seorang bangsawan dari Bandar Simalungun, yang meninggalkan kampung halamannya pada tahun 1864. Ia bersama para penggawa dan inang pengasuhnya menyusuri sungai untuk mencari tempat tinggal baru.
Mereka sempat bermukim di Tanjung Marulak, yang sekarang masuk dalam wilayah Kecamatan Rambutan. Namun, karena terus diburu oleh tentara Kerajaan Raya, mereka memindahkan pemukimannya ke atas tebing yang tinggi.
Pemukiman Datuk Bandar Kajum ini yang diyakini sebagai cikal bakal nama Tebing Tinggi. Nama ini juga disebutkan dalam surat perjanjian antara Kerajaan Deli dengan Belanda pada tahun 1873.
Lihat Juga :