Sejarah dan Asal-usul Nama Sumedang, Diambil dari Kerajaan di Jawa Barat
Kamis, 16 November 2023 - 12:05 WIB
Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Nama Pacitan, Daerah yang Dulunya Minus Pangan
Nama Sumedang diambil dari nama kerajaan yang ada di kabupaten ini, yaitu Kerajaan Sumedang Larang. Seiring dengan perubahan zaman dan kepemimpinan, nama Sumedang mengalami beberapa perubahan.
Dikutip dari laman resmi Pemprov Jawa Barat, nama Sumedang berasal dari kata Insun Medal atau Insun Medangan, yang berarti “aku dilahirkan; aku menerangi” dalam bahasa Sunda.
Kata Larang berarti sesuatu yang tidak ada tandingannya. Nama tersebut telah menggambarkan semangat dan kejayaan kerajaan ini di masa lalu.
Pada masa pemerintahan Prabu Tajimalela, putra Prabu Guru Adji Putih, nama kerajaan ini diganti menjadi Himbar Buana, yang berarti “menerangi alam”. Prabu Tajimalela dikenal sebagai raja yang bijaksana dan adil, yang berhasil memperluas wilayah kerajaannya hingga mencapai Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pada tahun 1530, Kerajaan Sumedang Larang menjadi bagian dari Kesultanan Cirebon, setelah Ratu Pucuk Umun, putri Prabu Tajimalela, menikah dengan Sunan Gunung Jati. Ratu Pucuk Umun juga dikenal sebagai Nyi Mas Ratu Dewi Inten Dewata atau Nyimas Setyasih.
Nama Sumedang diambil dari nama kerajaan yang ada di kabupaten ini, yaitu Kerajaan Sumedang Larang. Seiring dengan perubahan zaman dan kepemimpinan, nama Sumedang mengalami beberapa perubahan.
Dikutip dari laman resmi Pemprov Jawa Barat, nama Sumedang berasal dari kata Insun Medal atau Insun Medangan, yang berarti “aku dilahirkan; aku menerangi” dalam bahasa Sunda.
Kata Larang berarti sesuatu yang tidak ada tandingannya. Nama tersebut telah menggambarkan semangat dan kejayaan kerajaan ini di masa lalu.
Pada masa pemerintahan Prabu Tajimalela, putra Prabu Guru Adji Putih, nama kerajaan ini diganti menjadi Himbar Buana, yang berarti “menerangi alam”. Prabu Tajimalela dikenal sebagai raja yang bijaksana dan adil, yang berhasil memperluas wilayah kerajaannya hingga mencapai Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Pada tahun 1530, Kerajaan Sumedang Larang menjadi bagian dari Kesultanan Cirebon, setelah Ratu Pucuk Umun, putri Prabu Tajimalela, menikah dengan Sunan Gunung Jati. Ratu Pucuk Umun juga dikenal sebagai Nyi Mas Ratu Dewi Inten Dewata atau Nyimas Setyasih.
Lihat Juga :