Jejak Pahlawan Bung Tomo di Malang, dari Usaha Percetakan hingga Rumah Mewah Jalan Ijen
Rabu, 08 November 2023 - 06:02 WIB
Di percetakan itulah kata Agung, Bung Tomo pernah tinggal bersama beberapa temannya. Bahkan dari jejak sejarahnya, Bung Tomo di Malang juga pernah mengumpulkan pejuang - pejuang untuk memberikan semangat bertempur sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
"Ketika Bung Tomo tinggal di Malang tahun 40-an, pas zaman Jepang menjelang Jepang keluar Bung Tomo sempat mengumpulkan para pejuang, untuk diberikan semangat bersama, bahwa semangat nasionalisme, dan itu peristiwanya dicatat di sejarah bahwa dia pernah melakukan itu," terangnya.
Namun ia tak mencatat pasti dimanakah Bung Tomo ini mengumpulkan para pejuang dari Malang dan sekitarnya. Data dan literasi yang dimilikinya, hanya menyebut Bung Tomo mengumpulkan pejuang-pejuang di Kota Malang.
Setelah kemerdekaan Republik Indonesia dan serangkaian pertempuran dilaksanakan, Bung Tomo disebut Agung dilantik menjadi menteri di era Presiden Soekarno. Hal inilah yang membuat Bung Tomo meninggalkan Surabaya dan Malang, serta lebih banyak tinggal di Jakarta.
Dari sanalah perekonomian Bung Tomo perlahan-lahan mulai membaik. Jabatannya menjadi seorang menteri membuatnya bisa membeli rumah di Jalan Ijen Nomor 6 Kota Malang. Rumah itu dibeli Bung Tomo di tahun 1950-an, namun tidak pernah dihuninya.
"Sebagai halnya seorang menteri yang mempunyai jabatan dan punya penghargaan, itu tentunya Bung Tomo tidak hanya punya satu rumah, rumahnya ya di Jakarta di Surabaya, di mana-mana, dia pasti punya rumah, karena saat itu dia berada dan di tahun 50-an. Beliau membeli rumah di Jalan Ijen nomor 6, membeli rumah tahun 50," paparnya.
"Ketika Bung Tomo tinggal di Malang tahun 40-an, pas zaman Jepang menjelang Jepang keluar Bung Tomo sempat mengumpulkan para pejuang, untuk diberikan semangat bersama, bahwa semangat nasionalisme, dan itu peristiwanya dicatat di sejarah bahwa dia pernah melakukan itu," terangnya.
Namun ia tak mencatat pasti dimanakah Bung Tomo ini mengumpulkan para pejuang dari Malang dan sekitarnya. Data dan literasi yang dimilikinya, hanya menyebut Bung Tomo mengumpulkan pejuang-pejuang di Kota Malang.
Setelah kemerdekaan Republik Indonesia dan serangkaian pertempuran dilaksanakan, Bung Tomo disebut Agung dilantik menjadi menteri di era Presiden Soekarno. Hal inilah yang membuat Bung Tomo meninggalkan Surabaya dan Malang, serta lebih banyak tinggal di Jakarta.
Dari sanalah perekonomian Bung Tomo perlahan-lahan mulai membaik. Jabatannya menjadi seorang menteri membuatnya bisa membeli rumah di Jalan Ijen Nomor 6 Kota Malang. Rumah itu dibeli Bung Tomo di tahun 1950-an, namun tidak pernah dihuninya.
"Sebagai halnya seorang menteri yang mempunyai jabatan dan punya penghargaan, itu tentunya Bung Tomo tidak hanya punya satu rumah, rumahnya ya di Jakarta di Surabaya, di mana-mana, dia pasti punya rumah, karena saat itu dia berada dan di tahun 50-an. Beliau membeli rumah di Jalan Ijen nomor 6, membeli rumah tahun 50," paparnya.
Lihat Juga :